SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten, memastikan persediaan pangan selama Ramadan 1447 hijriah aman. Hal itu karena, stok beras yang ada di Banten mencapai 243.279 ton dan bisa mencukupi kebutuhan pangan semua warga Banten.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Nasir M Daud memastikan, selama Ramadan sampai Idul Fitri 1447 hijriah, ketersediaan pangan di semua wilayah Provinsi Banten masih aman.
“Persediaan pangan provinsi banten menghadapi ramadhan insya Allah Aman. Stok beras di Bulog DKI Banten mencapai 243.279 Ton, belum angka beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan),” katanya, Senin (19/1/2026).
Meski cadangan pangan masih aman, kata Nasir, ada beberapa komoditas lain yang mengalami penurunan pasokan. Hal itu, kata dia, bisa menjadi salah satu pemicu kenaikan harga, karena ketidakseimbangan antara jumlah barang dengan besarnya permintaan kebutuhan masyarakat.
“Hasil rapat inflasi hari ini bersama TPID provinsi banten, komoditas yanh cenderung turun di beberapa pasar kabupaten/kota adalah jagung pipil, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabe merah keriting, terigu, cabe merah besar, cabe rawit merah,” tambahnya.
“Untuk komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, cabe besar, daging ayam ras, daging sapi termasuk telur aman, di berbagai pasar masih surplus,” sambungnya.
Baca Juga: Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ
Nasir mengatakan, meski ada penurunan pasokan, harga kebutuhan pokok disemua pasar di Provinsi Banten masih normal dan belum ada kenaikan signifikan. Termasuk penurunan pasokan ikan dibeberapa pasar tradisional.
“Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan walaupun masih dalam koridor dan dibawah HET (Harga Eceran Tertinggi) adalah beras medium. Komoditas lain yanh sedikit naik adalah ikan Bandeng, Ikan tongkol, ika kembung,” ujarnya.
Nasir mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan mengenai antisipasi kenaikan harga sembako selama Ramadan hingga usai Idul Fitri 1447 hijriah. Tindakan itu harus dilakukan agar masyarakat tidak dibebankan dengan kenaikan harga yang tinggi.
“Upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi naiknya harga adalah dengan melakukan sidak ke pasar dan distributor, melakukan operasi pasar dan gerakan pangan murah di kab/ kota dan lainnya,” tukasnya.
“Penyaluran cadangan pangan daerah, Bulog harus memperbaharui data stok secara berkala menjelang Ramadhan terutama minyak goreng khusus minyak kita,” tutupnya.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, Pemprov Banten bisa segera mendistribusikan beras SPHP ketika terjadi lonjakan harga, termasuk melakukan operasi pasar apabila harga sudah tidak terkendali.
Baca Juga: Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan
Dengan begitu, diharapkan harga sembako terutama beras bisa kembali normal dan masyarakat tidak lagi terbebani. Sampai saat ini, kata dia, belum ada kenaikan harga yang begitu signifikan di pasar-pasar di wilayah Provinsi Banten.
“Cadangan pangan kita masih aman dan banyak. Cadangan pangan ini bisa langsung diturunkan apabila terjadi kenaikan harga. Kita juga sudah siapkan skema lain apabila harga sudah sulit dikendalikan,” imbuhnya. (adib)
























