SATELITNEWS. COM, LEBAK–Upaya pencarian terhadap seorang wisatawan Salman Abdul Latif yang hilang terseret ombak di Pantai Goa Langir, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, terus diperluas. Hingga hari ketiga operasi pencarian, tim SAR gabungan belum membuahkan hasil dan korban masih dinyatakan hilang.
Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan unsur lintas instansi. Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas Banten, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Lebak, Balawista, serta dibantu oleh nelayan setempat yang mengenal karakter perairan di sekitar lokasi kejadian.
“Pencarian tidak hanya difokuskan di sepanjang bibir pantai, tetapi juga diperluas ke jalur tengah laut dengan menggunakan perahu nelayan,” kata Erwin kepada SatelitNews.Com melalui sambungan teleponnya, Senin (19/1/2026).
Menurut Erwin, perluasan area pencarian dilakukan mengingat kuatnya arus laut di kawasan Pantai Goa Langir yang berpotensi membawa korban menjauh dari titik awal kejadian. Meski kondisi tinggi gelombang masih dalam kategori normal, namun faktor cuaca ekstrem dan arus bawah laut menjadi tantangan utama dalam proses pencarian. “Mungkin belum muncul aja, pencarian akan dilakukan esok hari. Tapi pencarian di bibir pantai tetap dilakukan,” katanya.
Peristiwa tersebut bermula pada Jumat (17/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, rombongan wisatawan asal Cilengsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tiba di Pantai Goa Langir dan memutuskan bermalam dengan mendirikan tenda di pinggir pantai.
Keesokan harinya, Sabtu (18/1/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, empat orang dari rombongan tersebut berenang di laut tidak jauh dari lokasi mereka bermalam. Namun, sekitar pukul 06.00 WIB, dua orang wisatawan yakni Salman Abdul Latif dan Alief Athalla Akbar tiba-tiba terseret ombak ke arah tengah laut.
Baca Juga: Asyik Berenang, WNA China Hilang Digulung Ombak di Lebak
Alief Athalla Akbar berhasil menyelamatkan diri dan mencapai daratan dengan bantuan rekan-rekannya. Sementara Salman Abdul Latif tidak sempat menyelamatkan diri dan dinyatakan hilang terseret arus laut. Hingga kini, jasad korban belum ditemukan dan belum muncul ke permukaan. Erwin menambahkan, kawasan Pantai Goa Langir dikenal memiliki karakter arus yang cukup berbahaya, terutama pada pagi dan malam hari. Kondisi tersebut kerap tidak disadari oleh wisatawan yang datang dari luar daerah dan belum memahami medan pantai selatan Lebak.
Seiring dengan kejadian ini, Balawista Lebak kembali menegaskan pentingnya kepatuhan wisatawan terhadap aturan keselamatan di kawasan pantai. Wisatawan diimbau tidak berenang di laut pada waktu-waktu rawan, seperti pagi dan malam hari, serta selalu memperhatikan kondisi cuaca dan peringatan dari petugas di lapangan. “Kami mengingatkan dengan tegas, keselamatan jiwa jauh lebih penting daripada aktivitas wisata. Abaikan larangan dan peringatan, risikonya bisa fatal,” tegas Erwin. (mulyana)
























