SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah mengajukan permohonan pemeriksaan khusus kepada Inspektorat, menyusul adanya laporan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum tenaga pendidik di SDN Rawa Buntu 01.
Sekretaris Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Tangsel, Billi Sukarsana mengatakan langkah pemeriksaan khusus ini diambil untuk memastikan penanganan dilakukan secara objektif, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tadi langkah awal, kami langsung memohon pemeriksaan khusus karena agar tidak terlalu panjang jalan ceritanya dan teman-teman Inspektorat sudah melakukan pemanggilan kepada pihak sekolah,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, setelah permohonan tersebut disampaikan, Inspektorat langsung bergerak dengan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) dari pihak-pihak terkait.
“Inspektorat telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan dan direncanakan diagendakan akan dilakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan,” katanya.
Billi menegaskan bahwa pemeriksaan khusus ini merupakan bagian dari mekanisme kepegawaian yang wajib dijalankan, mengingat terduga merupakan oknum di lingkungan pendidikan.
Baca Juga: Dindikbud Tangsel Buka Ruang Kompromi, Dishub Kaji Amdal Lalin SMPN 25
“Tindakan terukur kan karena ini menyangkut salah satu oknum kami ya. Kan disitu ada aturan kepegawaian yang juga kami harus jalankan secara terukur jadi bisa grasak grusuk sampai dengan informasi ini lengkap dan jelas kami terima,” paparnya.
Kata Billi, pihak sekolah disebut telah mengambil langkah administratif awal untuk memastikan yang bersangkutan tidak berinteraksi langsung dengan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.
Selain fokus pada pemeriksaan terhadap terduga, Dindikbud Tangsel juga menaruh perhatian besar pada perlindungan korban. Pihaknya telah berkoordinasi dengan tim perlindungan kekerasan terhadap anak dan perempuan untuk melakukan pendampingan dan pengamanan terhadap anak.
“Yang terpenting adalah pengamanan terhadap anak. Selanjutnya mungkin seperti yang proses selanjutnya adalah terkait dengan yang diduga pelaku,” sebutnya.
Billi menegaskan, pihaknya akan meningkatkan pengawasan dilingkungan sekolah mulai dari tenaga didik hingga tingkatan lainnya.
“Kalau kita berbicara rekrutmen kan sekarang rekrutmen untuk tenaga pendidik itu kan lebih ketat ya dengan berbagai persyaratan yang cukup ketat dan dilakukan secara proporsional dan profesional,” ungkapnya.
Baca Juga: Antisipasi Polemik SPMB 2026/2027, Dindikbud Tangsel Komitmen Transparan, dan Akuntabel
“Yang kedua yaitu kita harus meningkatkan pengawasan secara berjenjang baik dari kepala sekolah kepada tenaga pendidik, dari pihak dinas kepada sekolah, dan mungkin seluruh stakeholder dan elemen masyarakat juga harus ikut terlibat untuk membantu pengawasan,” pungkasnya. (eko)
























