SATELITNEWS.COM, SERANG – PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) atau ABM, menerima kunjungan PT Lampung Selatan Maju (Perseroda), khususnya pada komoditi Jagung. Kunjungan itu dalam rangka penjajagan potensi daerah masing-masing sekaligus kemungkinan sinergitas antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Direktur Utama PT Lampung Selatan Maju Baiquni Aka Sanjaya mengatakan, perusahaan yang ia pimpin saat ini bergerak di bidang Perdagangan Umum, Agribisnis dan Pariwisata.
Di perdagangan umum Perseroda sudah merambah ke pasar digital (e-commerce) untuk memberdayakan usaha lokal dengan mengembangkan ekosistem melalui integrasi platform digital.
“Tujuan membangun e-commerce ini adalah untuk memberdayakan usaha lokal agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya, Rabu (21/1/2026).
Adapun untuk sasaran marketnya, lanjut Baiquni, adalah seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan yang akan membeli barang dan jasanya sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
“Orientasi BUMD kami tidak semata-mata mencari keuntungan tetapi juga beriringan dengan upaya pemberdayaan perekonomian rakyat, industri kreatif dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM),” jelasnya.
Baca Juga: Bantu Warga Tidak Mampu, PT ABM Tebar 5.900 Paket Sembako
Itu kenapa, tambahnya, sektor pariwisata menjadi fokus utama di Lampung Selatan karena besarnya potensi pariwisata yang menarik dapat ditemukan disana. Bahkan, promosi pariwisata itu tidak hanya dilakukan oleh dinas terkait, namun semua dinas mempunyai kewajiban akan hal itu.
“Itu merupakan tanggung jawab bersama sinergitas lintas sektoral seluruh dinas dan instansi terkait,” ujarnya.
Sementara itu Direktur Operasional Ami Mahzumi menambahkan, untuk bisnis yang berbasis pertanian, beras dan jagung masih menjadi andalan daerah Lampung Selatan. Besarnya jumlah beras yang dihasilkan menjadikan Lampung Selatan salah satu lumbung padi dan penyangga pangan nasional.
“Begitu juga dengan jagung, produksinya yang melimpah menjadikan jagung salah satu komoditas unggulan dengan hasil panen tinggi. Kami bisa menawarkan kerjasama benih jagung yang dapat menguntungkan petani dan juga perusahaan,” ujarnya lagi.
Sekretaris Perusahaan PT ABM Irfan Nur Ma’ruf mengatakan bahwa untuk platform penjualan produk UMKM dan pengadaan barang/jasa pemerintah, PT ABM sudah memiliki marketplace digital bernama Plaza Banten.
“selain memfasilitasi transaksi daring juga sekaligus membantu UMKM lokal naik kelas dengan memperluas akses pasar secara digital dan offline.” pungkasnya.
Baca Juga: Sabet Penghargaan, PT ABM Aktif Gencarkan Pengendalian Inflasi
Sedangkan untuk bisnis yang berbasis pertanian, Irfan lebih melihat peluang ada pada kerjasama jual beli ataupun budi daya Jagung Pipil untuk kebutuhan industri, utamanya sebagai bahan baku utama industri pakan ternak, khususnya unggas.
“Belasan pabrik pakan ternak di Banten masih kekurangan Jagung, apalagi kalau hanya mengandalkan hasil pertanian di Provinsi Banten,” tandasnya.
Irfan berhitung, jika satu pabrik memproduksi pakan ternak 10.000 ton per bulan, maka kebutuhan Jagungnya kurang lebih sebesar 5.000 ton per bulan. Di kali jumlah pabrik pakan ternak yang ada di Banten, itulah potensi marketnya.
“Kenapa? karena hasil panen Jagung di Banten paling kuat hanya bisa memenuhi 3%-nya saja,” tukasnya.
Untuk mendukung program Gubernur Banten Andra Soni, Irfan berharap PT ABM dapat memulai penjajakan kerjasama dengan Perseroda Lampung Selatan Maju di bidang agribisnis khususnya Jagung, mulai dari kerjasama perdagangan, alih teknologi budi daya, hingga mencakup seluruh rantai dari hulu ke hilir menuju swasembada Jagung di Provinsi Banten. (luthfi)
























