SATELITNEWS.COM, LEBAK—Sebanyak tiga oramh siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Lebak dilaporkan mengundurkan diri dari program pendidikan tersebut. Rinciannya, satu siswa dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 34 dan dua siswa dari Sekolah Rakyat Terpadu (SRT). Ada pun hal yang melatarbelakangi pengunduran diri disebut beragam.
Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, mengatakan, pengunduran diri itu diketahui setelah masa libur sekolah. Namun hingga kini belum dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) karena masih dalam proses asesmen. “Informasinya sudah kami terima, tapi belum ditetapkan di SK karena masih asesmen,” kata Lela, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/1/2026).
Ia menegaskan, meski ada siswa yang mengundurkan diri, kuota peserta didik Sekolah Rakyat tetap harus terpenuhi. Untuk SRMA 34, dari target 100 siswa, satu siswa yang keluar telah digantikan oleh calon siswa lain. “Target kita tetap 100 siswa. Itu target Presiden dan harus terpenuhi. Alhamdulillah penggantinya sudah ada dan sedang asesmen,” ujarnya.
Sementara untuk SRT, dua siswa dipastikan tidak melanjutkan pendidikan meski telah dilakukan berbagai pendekatan. Dinsos pun langsung menyiapkan siswa pengganti agar kuota tidak berkurang. “Karena anak dan orang tuanya sudah tidak ingin kembali, kita antisipasi dengan menyiapkan pengganti. Sekarang juga sedang tahap asesmen,” jelas Lela.
Menurutnya, faktor utama pengunduran diri siswa, khususnya dari jenjang SD, karena belum siap mengikuti sistem sekolah berasrama atau boarding lantaran masih sangat bergantung kepada orang tua. “Anak-anak ini masih dekat dengan orang tuanya. Perhatian dari pemerintah sudah maksimal, tapi keinginan anak dan orang tua akhirnya memilih keluar,” ungkapnya.
Lela menambahkan, Sekolah Rakyat menerapkan sistem multi entry dan multi exit, sehingga siswa dapat masuk dan keluar kapan saja selama target tahun berjalan terpenuhi dan peserta didik tetap lulus sesuai ketentuan. Lela juga tidak menampik ada guru yang mengundurkan diri pada Sekolah Rakyat di Lebak. Namun, kejadian itu kata Lela sebelum dilaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Baca Juga: Kuota Sekolah Rakyat Lebak Naik Jadi 270 Siswa
“Ada beberapa guru yang mengundurkan itu kejadiannya sebelum KBM di gelar. Tapi sejauh ini tidak ada,” katanya. Terkait pembangunan sarana, gedung Sekolah Rakyat di Lebak dibangun di Cimampang, Kecamatan Panggarangan, di atas lahan seluas 8,8 hektare. Proyek tersebut baru memasuki tahap ground breaking dan ditargetkan rampung Juni 2026. “Juli sudah bisa diisi untuk tahun ajaran baru 2026–2027,” pungkasnya.(mulyana)




























