SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG — Hujan dengan intensitas tinggi, masih terjadi di Kabupaten Pandeglang. Akibatnya, peristiwa bencana masih menghantui masyarakat.
Informasi yang dihimpun, telah terjadi musibah longsor di kaki Gunung Karang, tepatnya di Kampung Cinyurup RT 02 Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, sedikitnya 3 rumah tertimpa longsoran tanah tebing, hingga memgalami rusak sedang.
Camat Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, Endin Haerudin mengatakan, pihaknya bersama jajaran aparatur desa dan Muspika, serta relawan kemanusiaan, sudah meninjau lokasi.
“Warga bergotong-royong menangani longsoran tanah tersebut, dan warga diimbau untuk tetap waspada dan lebih berhati-hati, mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi,” kata Endin, Rabu (21/1/2026).
Peristiwa longsor juga, diketahui terjadi di kaki Gunung Pulosari tepatnya di Kecamatan Pulosari yaitu tebing belakang gedung SD di wilayah tersebut, longsor dan pagar belakangnya roboh.
Ketua Forum Koordinasi (FK) Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten Beni Madsira menyatakan, selian longsor. Juga terjadi beberapa peristiwa pohon tumbang, yang melanda sejumlah wilayah.
Baca Juga: Lestarikan Laut Dan Budaya Melalui Tasyakuran Ruwat Laut Carita 2026
“Beberapa rumah tertimpa pohon tumbang, seperti 2 rumah di Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, 1 rumah di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, 1 rumah di Desa Senangsari, Kecamatan Pagelaran, dan angin kencang di Kecamatan Angsana,” ungkap Beni.
Atas dasar laporan peristiwa tersebut, pihaknya menyebar anggota KSB untuk mendatangi lokasi guna mendata dan membantu korban terdampak.
“Kami juga membawa bantuan kedaruratan secukupnya, untuk meringankan beban korban terdampak,” pungkasnya.
Kemudian, ujar Beni, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan lebih berhati-hati. Mengantisipasi adanya korban jiwa saat terjadi bencana.
“Penanganan dilakukan bersama-sama, gabungan antara aparatur desa dan kecamatan, TNI – Polri, jajaran Muspika setempat, BPBDPK Kabupaten Pandeglang, dan Dinsos Kabupaten Pandeglang,” imbuhnya. (mardiana)
