SATELITNEWS. COM, SERANG – Salah satu tradisi unik masyarakat menjelang lebaran, adalah berburu baju lebaran. Bagi masyarakat Kota Serang, berburu baju lebaran itu biasanya dilakukan di pasar Royal. Namun, karena kondisinya yang penuh oleh pengunjung, maka disebutlah Pasar Jedogan.
Tradisi itu sudah berjalan turun temurun. Di momen itu, biasanya para pedagang sampai menggunakan ruas jalan, sehingga akses untuk kendaraan ditutup total.
Para pedagang baju, sandal, sepatu, kerudung sampai menu untuk berbuka puasa, juga tumpah ruah dari mulai selepas isya sampai menjelang subuh.
Di tahun ini, karena Kawasan Royal sudah ditata menjadi Royal Baroe, Pemkot Serang memindahkan lokasi Pasar Jedogan ke Pasar Kepandean, Lontarbaru, Kecamatan Serang. Kawasan ini lebih luas, dan bisa menampung para pedagang lebih banyak lagi.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil mengatakan, lokasi dipindahkan karena area Royal Baroe tidak lagi memungkinkan, untuk menjadi tuan rumah acara yang sudah menjadi tradisi tahunan tersebut.
“Kita memilih Pasar Kepandean, sebagai lokasi baru, dengan memperhatikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi masyarakat,” ujar Wahyu, usai berdialog dengan puluhan pedagang di Kantornya, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga: 200 Lebih Pedagang Ramaikan ‘Pasar Jedogan’ di Kawasan Pasar Lama Kota Serang
Menurut Wahyu, pasar Jedogan itu rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 17-20 Ramadhan. Dirinya akan menyiapkan sekitar 200 stand, yang menawarkan berbagai hidangan berbuka puasa dan kebutuhan jedogan Lebaran.
Ia memastikan, penyelenggaraan tidak akan mengganggu aktivitas pedagang yang sudah beroperasi di Pasar Kepandean. Kaerna dirinya akan mematangkan konsepnya, salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah penutupan jalan hingga titik lampu merah sebarang hotel Flamingo.
“Itu untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan,” tambahnya.
Untuk mendukung kelancaran acara, DinkopUKMPerindag Kota Serang mengalokasikan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar 200 juta rupiah. Dana tersebut, lanjutnya akan digunakan untuk membayar honor petugas, serta biaya akomodasi yang diperlukan selama penyelenggaraan.
Wahyu menambahkan, kemeriahan acara tahunan ini akan setara dengan Serang Fair 2025 yang sukses digelar tahun lalu, sehingga masyarakat tetap bisa merasakan suasana khas bulan Ramadhan dan Hari Raya, di lokasi baru yang lebih optimal. (luthfi)
























