SATELITNEWS.COM, SERANG – Lebih dari 200 pedagang dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), ikut memeriahkan ‘pasar jedogan’ yang dilaksanakan oleh Pemkot Serang, di kawasan Pasar Lama, Kota Serang, selama tiga hari sampai malam takbir.
Di pasar jedogan itu, Pemkot Serang menyatukan ratusan pedagang dari berbagai komoditi pada satu lokasi dalam rangka menyambut lebaran Idul Fitri dengan harga yang terjangkau dan relatif murah.
Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang Yayan Kosasih berharap Pasar Jedogan dapat memberikan dampak positif tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transaksi ekonomi semata, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Serang,” katanya, Rabu (18/3/2026).
Pasar jedogan ini sudah berlangsung sangat lama dan menjadi tradisi tahunan masyarakat Kota Serang dalam menyambut lebaran Idul Fitri.
Dikatakan pasar jedogan karena, antusiasme masyarakat yang begitu tinggi memenuhi kawasan pasar, sehingga terjadi jedogan antar pengunjung, apalagi menjelang tengah malam.
Baca Juga: Bangli dan Sedimentasi Jadi Pemicu Banjir di Kota Serang
Biasanya, semakin malam harga pakaian dan lain-lainnya semakin murah. Antar pedagang biasanya saling mengobral diskon besar-besaran. Terlebih ketika malam takbir.
Maka dari itu, di malam takbir biasanya antusiasme masyarakat lebih tinggi dari pada malam-malam sebelumnya.
“Ini bentuk semangat kebersamaan sekaligus sebagai penggerak perekonomian lokal menjelang lebaran Idul fitri,” pungkasnya.
Sementara, Walikota Serang Budi Rustandi menegaskan, Pasar Jedogan bukan sekadar aktivitas jual beli, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat atau “Wong Serang”, yang perlu dijaga keberlangsungannya.
“Pasar Jedogan ini adalah tradisi Wong Serang, jadi harus tetap ada dan terus dilestarikan,” ujar Budi.
Budi menilai, keberadaan Pasar Jedogan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Serang dalam menata dan menghidupkan kembali kawasan kota, khususnya Alun-alun dan Pasar Lama sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Jam Kerja ASN Pemkot Serang Tetap Normal, Budi: Libur Saja Kerja, Apalagi Saat Puasa
Oleh karena itu, Budi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi mendukung penataan kota, sekaligus menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan agar suasana pasar tetap nyaman bagi pengunjung maupun pedagang.
“Jaga kebersihan dan keamanan. Jangan buang sampah sembarangan. Jadikan Pasar Jedogan ini sebagai kebanggaan sekaligus tradisi Wong Serang,” pungkasnya. (luthfi)

















