SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kondisi infrastruktur pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang melintasi aliran Sungai Cisadane kembali menjadi sorotan. Dari pantauan di kawasan Taman Ecopark, Kecamatan Neglasari, terlihat pipa biru berukuran besar membentang melintasi sungai yang menghubungkan wilayah Kecamatan Neglasari dan Kecamatan Karawaci, dengan penyangga besi yang berkarat dan tampak tidak lagi tegak sempurna.
Keberadaan pipa tersebut menimbulkan kekhawatiran warga sekitar, terutama setelah intensitas hujan tinggi yang melanda wilayah Kota Tangerang dalam beberapa pekan terakhir. Posisi penahan pipa dilaporkan mulai doyong sejak hujan besar mengguyur kawasan tersebut. Ferri Dermawan (49), warga yang kerap memancing di Sungai Cisadane, mengaku hampir setiap hari berada di lokasi tersebut dan menyaksikan langsung perubahan kondisi penyangga pipa PDAM itu.
“Iya, saya hampir setiap hari mancing di sini, di Sungai Cisadane Taman Ecopark, dekat perpustakaan mini Kota Tangerang,” ujar Ferri saat diwawancarai oleh wartawan SatelitNews.Com. Menurutnya, kemiringan penahan pipa mulai terlihat sejak beberapa minggu terakhir, bertepatan dengan tingginya curah hujan dan derasnya aliran sungai. Kondisi ini, kata Ferri, cukup mengkhawatirkan bagi warga yang beraktivitas di sekitar sungai. “Wah itu, penahan pipa besar PDAM, semenjak minggu-minggu pas hujan besar, penahannya sudah doyong,” katanya.
Ferri menilai, jika debit air Sungai Cisadane kembali meningkat akibat hujan lebat, bukan tidak mungkin penyangga besi tersebut bisa roboh. Apalagi, pipa yang ditopang memiliki ukuran besar dan berat, sehingga berpotensi menimbulkan dampak serius jika terjadi kerusakan. “Ngeri itu kalau ada aliran yang besar ditambah hujan besar. Takut rubuh saja. Itu kan besi penyanggah pipanya gede banget, bang,” ungkapnya.
Ia juga mengkhawatirkan kemungkinan pipa mengalami keretakan atau patah jika penyangga besi tidak mampu menahan tekanan aliran sungai. Jika hal itu terjadi, bukan hanya aliran air bersih yang terganggu, tetapi juga dapat membahayakan warga dan lingkungan sekitar. “Pipanya juga kemungkinan patah. Kalau patah, penyanggah besi itu bisa rubuh kalau terseret aliran yang lebih besar,” tambah Ferri.
Meski demikian, Ferri menyebutkan bahwa pada Rabu pagi ia sempat melihat sejumlah petugas datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal terhadap kondisi pipa dan penyangganya. “Tadi pagi juga saya lihat ada petugas ke sini ngecek,” ucapnya.
Baca Juga: Tinjau Proyek Turap di Tangsel, Pilar Saga Wanti-Wanti Soal Kualitas
Warga berharap pihak terkait, khususnya PDAM dan instansi teknis Pemerintah Kota Tangerang, segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Pemeriksaan struktur penyangga pipa dinilai penting untuk mencegah risiko kerusakan yang lebih parah, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Selain mengancam pasokan air bersih, kondisi penyangga pipa yang tidak stabil juga dikhawatirkan dapat mengganggu keselamatan warga yang beraktivitas di sekitar Taman Ecopark, termasuk pemancing dan pengunjung kawasan ruang terbuka satu-satunya yang ada dineglasari.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM terkait kondisi pipa maupun rencana penanganannya. Saat dikonfirmasi wartawan, pihak PDAM menyampaikan bahwa Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang tengah mengikuti agenda rapat dengar pendapat (hearing) bersama DPRD Kota Tangerang. Warga berharap adanya respons cepat dan langkah antisipatif dari pihak berwenang agar potensi bahaya dapat dicegah sejak dini dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. (ari)
























