SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuka peluang untuk memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga awal Februari 2026. Kebijakan tersebut bersifat situasional dan hanya diberlakukan bagi satuan pendidikan yang terdampak kondisi cuaca buruk.
Kepala Dindikbud Kota Tangsel, Deden Deni, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan kajian dengan mempertimbangkan dinamika cuaca terkini. Hingga saat ini, terdapat dua sekolah yang masih menghadapi kendala akses akibat banjir.
“Ada satu SD di Jurang Mangu, Pondok Aren dan SMP Negeri 22 yang sempat PJJ kemarin, Dindikbud Tangsel masih mengkaji dulu dengan melihat dinamika cuaca saat ini,” ujar Deden, Kamis (29/1/2026).
Kata dia, PJJ ini disiapkan sebagai langkah mitigasi untuk menjamin keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, serta lingkungan sekolah, khususnya pada jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Meski demikian, Deden menegaskan bahwa kebijakan PJJ tidak diberlakukan secara menyeluruh. Sekolah yang dinilai aman dan memiliki akses memadai tetap diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan pengawasan ketat serta koordinasi bersama pihak terkait.
Ia juga meminta pihak sekolah untuk aktif melaporkan kondisi lingkungan masing-masing, mulai dari akses jalan, sarana dan prasarana, hingga kesiapan tenaga pendidik. Laporan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan lanjutan.
“Kerjasama dengan orang tua dalam berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait perkembangan cuaca juga perlu dilakukan intensif,” katanya.
Deden menambahkan, Dindikbud Kota Tangsel telah memberlakukan kebijakan PJJ secara bersyarat sejak 24 hingga 28 Januari 2026. Langkah tersebut diambil menyusul potensi cuaca ekstrem yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (eko/dm)