SATELITNEWS.COM, LEBAK—Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu Sungai Ciujung dalam beberapa hari terakhir kembali memicu longsor di Kampung Gagambiran, Desa Muharadua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak. Dari 14 rumah yang terdampak kali ini, sebagian di antaranya mengalami kerusakan parah.
Meningkatnya debit air dan erosi tanah yang terjadi secara bertahap memicu longsor dan merusak bangunan rumah warga, terutama pada bagian dapur yang posisinya berada dekat bibir sungai. Dari 14 rumah terdampak, tiga hingga empat rumah mengalami kerusakan paling parah. Seluruh bagian dapur rumah warga tersebut dilaporkan amblas dan hilang terbawa longsoran tanah.
Salah seorang warga setempat, Muslimah (55), mengatakan longsor di kawasan tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak sekitar lima tahun lalu. Namun, kondisi terparah baru dirasakan dalam dua pekan terakhir seiring meningkatnya debit Sungai Ciujung. “Kalau longsor sebenarnya sudah ada dari lima tahun lalu, tapi yang paling parah itu sekarang. Air sungai lagi besar, kalau meluap pasti ngikis tanah,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Menurut Muslimah, setiap kali debit Sungai Ciujung meningkat, arus air akan menggerus tebing dan membawa material tanah serta pohon ke hilir. Saat air kembali surut, kondisi tanah di bantaran justru semakin turun sehingga longsor kembali terjadi. “Kalau airnya surut, tanahnya ikut turun lagi. Jadi longsor terus,” katanya.
Muslimah menuturkan, rumah miliknya termasuk yang mengalami kerusakan paling parah. Seluruh bagian dapurnya kini sudah tidak tersisa akibat longsoran tanah. “Yang parah itu rumah saya dan beberapa rumah lain. Dapur sudah habis,” ucapnya.
Meski tinggal di kawasan rawan longsor, warga mengaku belum memiliki pilihan untuk mengungsi karena keterbatasan tempat tinggal alternatif. Selama ini, kata Muslimah, warga telah beberapa kali mengajukan usulan kepada pemerintah agar dilakukan penanganan permanen, namun bantuan yang diterima masih sebatas kebutuhan logistik. “Harapan saya ya dipindahkan ke tempat yang aman. Jangan di sini lagi, karena rawan longsor,” katanya.
Baca Juga: Anggota DPRD Pandeglang Minta DPUPR Bergerak Cepat Tangani Longsor Di Huntap Tunggal Jaya
Kepala Desa Muharadua, Jumhadi, menyebut kondisi longsor di Kampung Gagambiran saat ini sangat mengkhawatirkan. Bahkan, satu rumah dilaporkan telah mengalami kerusakan struktural serius. “Yang paling parah itu satu rumah atas nama Ibu Ana, sebagian rumahnya sudah turun ke bawah,” ujarnya.
Menurut Jumhadi, penanganan yang dapat dilakukan pemerintah desa sejauh ini masih terbatas pada imbauan kewaspadaan kepada warga, terutama saat cuaca ekstrem. Pihak desa secara rutin menyampaikan peringatan melalui RT/RW serta turun langsung ke lapangan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. “Kami selalu memberikan imbauan melalui RT/RW, turun ke lapangan untuk mengingatkan warga agar waspada,” katanya.
Terkait rencana relokasi, Jumhadi mengaku hingga kini belum ada langkah konkret karena keterbatasan lahan dan anggaran. “Kalau relokasi ke mana, kami juga masih bingung. Belum ada rencana khusus, sementara ini hanya imbauan door to door,” ujarnya. (mulyana)
























