SATELITNEWS.COM, LEBAK–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mencatat kuota elpiji 3 kilogram (kg) tahun 2026 mencapai 27.322 metrik ton (MT) atau setara sekitar 9,1 juta tabung yang akan disalurkan kepada masyarakat sepanjang tahun depan. Kuota tersebut merupakan alokasi resmi pemerintah pusat berdasarkan kebutuhan masyarakat.
“Kuota 27.322 MT itu jika dikonversi setara sekitar 9,1 juta tabung elpiji 3 kg,” ujar Kepala Bidang Perdagangan dan Perindustrian Disperindag Lebak,Yani, Minggu (1/2/2026). Meski secara kuantitas dinilai mencukupi, Yani mengakui persoalan elpiji 3 kg di Lebak tidak hanya soal pasokan. Distribusi dan pengendalian harga di tingkat konsumen masih menjadi tantangan utama.
Ia menjelaskan, harga elpiji 3 kg dari Pertamina ke agen berada di kisaran Rp10.500 per tabung, lalu disalurkan ke pangkalan sekitar Rp16.000, sebelum dijual ke masyarakat sesuai harga eceran tertinggi (HET). “Di Lebak ada dua zona HET. Untuk wilayah di bawah 60 kilometer Rp19.000, sedangkan di atas 60 kilometer Rp19.500,” jelasnya.
Namun dalam praktiknya, elpiji 3 kg kerap dijual di tingkat warung atau pengecer di luar sistem resmi. Hasil pengawasan Disperindag mencatat harga di warung bisa melonjak hingga Rp25.000 bahkan Rp29.000 per tabung. “Ketika ditelusuri, mahal karena dijual di warung. Warung ini tidak masuk dalam sistem distribusi resmi,” kata Yani.
Pemerintah daerah mendorong masyarakat membeli elpiji 3 kg langsung di pangkalan agar sesuai HET. Namun, keterbatasan jumlah dan sebaran pangkalan membuat sebagian warga masih kesulitan mengaksesnya. “Di satu sisi pemerintah ingin masyarakat beli di pangkalan, tapi di sisi lain pangkalan tidak selalu dekat. Karena itu muncul gagasan sub-pangkalan,” ujarnya.
Saat ini, Lebak memiliki sekitar 21 agen dan 700 pangkalan elpiji 3 kg. Meski jumlahnya terus bertambah, sistem distribusinya masih bersifat terbuka, berbeda dengan pupuk bersubsidi yang berbasis wilayah tertutup. “Kalau pupuk tertutup, elpiji ini terbuka. Dari sisi pengawasan tentu lebih sulit,” ucap Yani.
Baca Juga: Calon Jemaah Haji Asal Lebak Diminta Menjaga Kesehatan
Sementara Kepala Disperindag Lebak Rully Edward memastikan pasokan elpiji 3 kg di Lebak relatif aman dan jarang mengalami kelangkaan. Fokus pemerintah daerah saat ini adalah pemerataan pangkalan serta menekan lonjakan harga di tingkat konsumen. “Dari harga awal Rp10.500 bisa menjadi Rp25.000 di masyarakat. Jaraknya jauh sekali. Itu yang terus kami benahi,” tegas Rully. (mulyana)





















