SATELITNEWS.COM, SERANG – Suminta (68), warga Kampung Biyuku, Desa Warakas, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, ditemukan tak bernyawa menggantung di kusen pintu kamar tidur, dengan leher terjerat tali tambang, Sabtu (7/2/2026).
Untuk proses penyelidikan, jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Banten oleh tim Satreskrim Polres Serang.
Diterima informasi, peristiwa tragis tersebut diketahui sekitar pukul 17.00 WIB dan sempat menggegerkan warga sekitar. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung, di kusen pintu kamar dengan leher terjerat tali tambang plastik.
Kapolsek Carenang AKP Desma Priatna, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kata Desma, pihaknya menerima laporan dari warga terkait penemuan seorang pria meninggal dunia di dalam rumah.
“Benar, kami menerima laporan adanya seorang warga yang ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kediamannya,” ujar Desma Priatna, saat dikonfirmasi.
Menurut Kapolsek, jasad korban pertama kali ditemukan oleh anak korban bernama Ramadan. Saat itu, Ramadan bermaksud masuk ke kamar untuk mengambil pakaian milik ibunya.
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
“Ketika menuju kamar, saksi melihat ayahnya sudah dalam kondisi tergantung di kusen pintu kamar,” ujarnya.
Melihat kejadian tersebut, Ramadan langsung keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan. Beberapa warga yang mendengar teriakan, kemudian datang ke lokasi.
“Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Carenang, dan kami langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal,” kata Kapolsek.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui telah lama menderita sejumlah penyakit, diantaranya sakit lambung, kolesterol, dan asam urat, yang sudah dialami bertahun-tahun.
Selain itu, pada tahun 2025 korban juga diketahui gagal berangkat menunaikan ibadah haji, yang diduga turut mempengaruhi kondisi psikologisnya.
“Korban sempat mengeluh kepada keluarga, karena sakit yang terus-menerus dialaminya,” ungkap Desma.
Baca Juga: Terkendala SK, Anggaran Karang Taruna Kabupaten Serang Rp500 Juta Tersendat
Selanjutnya, jasad korban dievakuasi oleh tim Inafis Polres Serang ke Rumah Sakit Bhayangkara, untuk dilakukan visum guna memastikan penyebab kematian. Petugas masih menunggu hasil pemeriksaan, dari pihak Rumah Sakit Bhayangkara.
“Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah, dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Kasus ini pun ditangani sesuai prosedur yang berlaku,” kata Kapolsek lagi.
Sementara, Camat Binuang, Mamak Abror mengaku, sangat berduka atas kejadian ini dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami berharap, semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini, dan pihak berwenang sedang bekerja untuk memastikan penanganan yang tepat dan memberikan dukungan kepada keluarga korban juga agar tabah,” pungkasnya. (sidik)
























