SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG — Keberadaan Ma Arti, warga Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, yang hidup sebatang kara, mengundang perhatian anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Pandeglang, M. Habibi Arafat.
Atas keprihatinannya, ia menyambangi rumah Ma Arti dan memberikan bantuan sembako untuk meringankan beban nenek yang sudah lanjut usia (lansia) tersebut.
“Alhamdulillah, saya bisa sampai di sini untuk memberikan bantuan kepada Ma Arti. Semoga dapat meringankan bebannya, dan bermanfaat,” kata Habibi, Sabtu (7/2/2026).
Ia berharap, aparatur desa, kecamatan dan kabupaten, dapat segera membantu merehab rumahnya yang sudah nyaris roboh. Terlebih, Ma Arti jauh dari keluarganya.
Diberitakan sebelumnya aparatur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Angsana, Kabupaten Pandeglang, bersama relawan kemanusiaan setempat, sedang fokus memberikan perhatian kepada Ma Arti, seorang nenek lanjut usia (Lansia) yang hidup sebatang kara.
Diketahui, ia hidup sendiri dan kesehariannya hanya duduk – duduk di dalam rumah sambil melamun, di sebuah rumah yang tidak layak huni.
Bahkan, tetangga sekitar pun memberikan perhatian kepadanya. Baik dengan sering menengok, maupun memberikan makanan secukupnya.
Ketua Forum Koordinasi (FK) Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten, Beni Madsira menyatakan, dalam dua bulan ini pihaknya bersama aparatur desa dan kecamatan, secara rutin mengunjungi Ma Arti.
“Hampir seminggu sekali kami datangi, sambil membawa beberapa kebutuhan sembako untuknya,” kata Beni, Selasa (3/2/2026).
Katanya, selain bantuan sembako juga ada beberapa jenis bantuan lainnya seperti kasur lipat untuk tidur, kelambu, pakaian layak pakai, serta bantuan lainnya.
Pihaknya juga tambah Beni, bekerjasama dengan aparatur desa, RT/RW untuk selalu memperhatikan keberadaannya. Jangan sampai luput dari perhatian.
“Untuk BPJS Kesehatan nya sedang diurus, termasuk identitas Adminduknya,” tandasnya.
Bahkan, untuk kesekian kalinya pada Selasa (3/2/2026) ia bersama aparatur desa, kecamatan, perwakilan Koramil, Polsek, TKSK, serta pihak terkait lainnya, kembali mendatanginya.
Ditegaskannya, sempat ditawari untuk dibawa ke Panti Jompo, namun Ma Arti tidak mau. Ia hanya ingin tetap berada di rumahnya walaupun hidup dalam keadaan sangat sederhana.
“Sekarangpun, kami sedang menggalang dana untuk membantu rehab rumahnya. Nanti apa yang dapat kami dahulukan, ya paling tidak rumahnya dapat lebih kokoh dari yang sekarang,” pungkasnya, seraya berharap ada dermawan atau pihak lain yang berpartisipasi membantu untuk merehab rumahnya.
Di satu sisi, pihaknya juga sudah mengusulkan agar mendapat bantuan melalui program RTLH. (mardiana)