SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Jajaran personel Polda Banten, terus mengintensifkan pemahaman anak usia sekolah mengenai dampak buruk pergaulan bebas. Tindakan itu dilakukan, agar generasi muda tidak terjebak dalam pergaulan bebas seperti narkoba, dan kenakalan remaja lainnya.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Meryadi mengatakan, salah satu upaya pencegahan terkait pergaulan bebas, yakni dengan memberikan pemahaman kepada generasi muda. Yaitu dengan cara datang langsung ke setiap sekolah, dan berinteraksi dengan para siswa.
“Tujuan pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter, pengembangan potensi diri, serta penanaman nilai integritas, kemandirian, tanggung jawab, dan daya saing,” katanya, di SMP Negeri 2 Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Senin (9/2/2026).
Dia mengajak kepada semua siswa, agar bisa menjaga diri dan menghindari pergaulan yang menyimpang, baik dengan norma sosial, norma agama, dan aturan lainnya.
Tindakan itu, penting untuk dilakukan agar generasi muda tidak terjebak dalam pergaulan yang tidak baik.
“Jadikan belajar sebagai kewajiban utama, dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Disiplin, jujur, kerja keras, serta aktif dan proaktif dalam kegiatan positif adalah kunci keberhasilan kalian menghadapi tantangan di masa depan,” tambahnya.
Baca Juga: 11 Kilogram Ganja dan 4,56 Gram Sabu Disita, Dua Tersangka Diamankan ke Mapolda Banten
Dia menerangkan, berdasarkan data yang disampaikan Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus penyalahgunaan narkoba paling tinggi ada dikalangan remaja, dengan usia antara 15 sampai 24 tahun.
Artinya, kata dia, generasi muda merupakan salah satu sasaran paling mudah dalam pergaulan bebas.
“Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional tahun 2025, kelompok usia 15 sampai 24 tahun, masih mendominasi kasus penyalahgunaan narkoba dengan persentase 28,2 persen atau sekitar 903.600 orang dari total 3,3 juta jiwa yang terpapar narkotika di Indonesia,” paparnya.
Dia menerangkan, ada beberapa faktor penyebab penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja, yaitu ketidakharmonisan keluarga, pengaruh pergaulan, paparan konten negatif media sosial, serta lemahnya edukasi dan pengawasan sekolah.
“Karena itu, peran orang tua dan guru penting dalam membangun komunikasi serta mengarahkan remaja pada kegiatan positif dan konstruktif,” tandasnya.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 2 Cadasari Gatot Tri Cahyono mengatakan, pihaknya selalu menyampaikan dan menekankan kepada para siswa agar tidak mudah terjerumus dalam pergaulan bebas, karena banyak membawa manfaat buruk.
Baca Juga: Polda Banten Tindaklanjuti Laporan Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan
“Penguatan pemahaman dan ilmu, oleh jajaran Polda Banten juga menjadi hal positif dan kita berterimakasih, karena sudah meluangkan waktu untuk memberikan pemahaman kepada para siswa,” pungkasnya. (adib)

















