SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) kian menjadi agenda strategis sektor industri di Indonesia. Di tengah tekanan biaya logistik, fluktuasi harga bahan baku, serta meningkatnya tuntutan efisiensi operasional, pelaku usaha dituntut menghadirkan solusi yang berdampak langsung pada kinerja bisnis sekaligus mendukung target Environmental, Social, and Governance (ESG).
Salah satu aspek yang kini mendapat perhatian serius adalah kemasan industri. Desain kemasan yang tidak efisien dinilai berpotensi meningkatkan konsumsi material, memperbesar volume limbah, serta menambah biaya distribusi. Menjawab tantangan tersebut, ALVAboard menghadirkan inovasi kardus berbasis engineered cardboard atau rekayasa teknis sebagai solusi pengemasan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Alpha Gemilang Makmur, Alden Lukman, mengatakan bahwa sustainability dalam industri tidak lagi sekadar klaim ramah lingkungan, melainkan strategi terukur untuk mengoptimalkan sumber daya di sepanjang rantai pasok.
“Keberlanjutan hari ini harus berdampak langsung pada efisiensi bisnis. Kemasan tidak bisa lagi dipandang sebagai komponen pelengkap, tetapi sebagai bagian dari sistem operasional yang menentukan biaya dan produktivitas,” ujar Alden di Tangerang, Senin (9/2/2026). Menurutnya, praktik over-specification atau penggunaan material kemasan yang berlebihan masih kerap terjadi di berbagai sektor industri. Selain meningkatkan biaya produksi, kondisi tersebut juga memperbesar potensi limbah pasca-pakai.
Melalui pendekatan rekayasa teknis, ALVAboard merancang struktur, ketebalan, dan kekuatan kardus secara presisi sesuai kebutuhan spesifik industri. Dengan demikian, material dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan keamanan produk. “Engineered cardboard memungkinkan perusahaan menekan penggunaan bahan baku, meningkatkan efisiensi penyimpanan dan distribusi, serta mengurangi potensi waste dalam proses logistik. Ini bukan sekadar inovasi produk, tapi pendekatan sistematis,” jelasnya.
Dia menambahkan, inovasi tersebut juga selaras dengan implementasi prinsip ESG di sektor industri. Dari aspek Environmental, optimalisasi desain kemasan berkontribusi pada pengurangan material dan limbah. Sementara dari sisi Governance, pendekatan berbasis spesifikasi teknis mendorong proses yang lebih terukur, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Langkah ini bukan hanya mendukung target keberlanjutan perusahaan, tetapi juga memberi manfaat langsung terhadap pengendalian biaya operasional dan peningkatan daya saing,” katanya.
Sebagai bagian dari industri manufaktur nasional, ALVAboard mengembangkan solusi yang disesuaikan dengan karakteristik pasar dan sistem distribusi di Indonesia. Selain engineered cardboard, perusahaan juga menghadirkan produk berbasis PP corrugated untuk kebutuhan industri dan logistik dengan pendekatan efisiensi dan durabilitas. Alden menegaskan, kemasan seharusnya dipandang sebagai investasi jangka panjang.
“Dengan desain yang tepat dan berbasis rekayasa, kemasan bisa menjadi instrumen efisiensi sekaligus mendukung pencapaian target sustainability. Kami ingin mendorong industri nasional lebih adaptif terhadap tuntutan bisnis dan keberlanjutan yang kini semakin terintegrasi,” pungkasnya. (made)