SATELITNEWS.COM, LEBAK—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak menargetkan pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) pada tahun ini mencapai Rp 9 miliar. Untuk mengoptimalkan capaian tersebut, Baznas mendorong perusahaan-perusahaan di Lebak membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Wakil Ketua Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan Baznas Lebak, Eri Rachmat mengatakan, dorongan itu telah disampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) bersama sejumlah perusahaan. “Kemarin saat rakor dengan perusahaan, kami sudah menyampaikan kepada mereka, semoga bisa membentuk UPZ masing-masing,” kata Eri, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, ZIS yang dihimpun melalui UPZ perusahaan tidak seluruhnya disetorkan ke Baznas. Dari total yang terkumpul, hanya 30 persen yang dikelola Baznas, sementara sisanya dimanfaatkan langsung oleh UPZ di lingkungan perusahaan. “Berapa yang terkumpul tetap dilaporkan ke kami, tetapi 70 persennya mereka yang kelola, misalnya untuk karyawan yang sakit dan kebutuhan sosial lain-lain,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, saat ini sebenarnya sudah ada beberapa perusahaan yang membentuk UPZ. Namun, sebagian di antaranya tidak lagi berjalan aktif. Karena itu, pihaknya berharap rakor yang telah digelar mampu mendorong UPZ yang sudah terbentuk untuk kembali diaktifkan, terutama di perusahaan berskala besar. “Keberadaan UPZ dinilai sangat berpengaruh terhadap lonjakan pengumpulan ZIS secara signifikan. Mudah-mudahan target kita tahun ini pengumpulannya bisa terlampaui lebih besar,” ujarnya optimistis.
Berdasarkan data Baznas, potensi zakat di Kabupaten Lebak diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp526 miliar lebih. Dari potensi tersebut, Baznas menargetkan khusus pengumpulan zakat saja pada tahun ini sebesar Rp1 miliar. “Kalau khusus zakat saja, target kita tahun ini Rp1 miliar. Semoga realisasinya terlampaui besar,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Lebak, Iyan Fitriyana, meminta seluruh perusahaan mendukung penuh kebijakan pembentukan UPZ tersebut. Dukungan dunia usaha dinilai penting untuk memaksimalkan penghimpunan ZIS sekaligus memperkuat program sosial keagamaan di Kabupaten Lebak.
Baca Juga: Seleksi Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Tangerang: 10 Peserta Jalani Wawancara Offline
“Perusahaan tidak hanya membentuk UPZ secara administratif, tetapi juga memastikan pengelolaannya berjalan aktif dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.(mulyana)
























