SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Kepemimpinan sejati tidak hanya diukur dari program yang dijalankan, tetapi dari harapan yang berhasil dihidupkan. Genap satu tahun memimpin Kota Tangerang, Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono Hasan tidak sekadar menunaikan janji politik, tetapi menanam fondasi perubahan yang tumbuh bersama warganya.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025 untuk periode 2025–2030, keduanya membawa visi besar: “Kota Tangerang yang Kolaboratif, Maju, Berkelanjutan, Sejahtera, dan Berakhlakul Karimah.” Sebuah visi yang bukan hanya deretan kata, melainkan arah perjalanan yang kini mulai terasa denyutnya.
Pada 100 hari pertama menjadi cerminan karakter kepemimpinan. Jalan berlubang diperbaiki, infrastruktur lingkungan dipercepat, layanan publik dibenahi. Namun lebih dari itu, masyarakat menyaksikan pemimpinnya hadir langsung saat banjir melanda.
Di tengah genangan dan hujan yang belum reda, Sachrudin dan Maryono berdiri bersama warga. Mereka memastikan pengungsi terpenuhi kebutuhannya, koordinasi lintas sektor berjalan cepat, dan solusi jangka panjang disiapkan. Di sanalah makna kepemimpinan terasa: hadir, mendengar, dan bergerak.
Infrastruktur yang Menguat, Asa yang Mengembang
Sepanjang 2025, pembangunan fisik terus menggeliat. Jalan diperlebar, jembatan direvitalisasi, ruang publik ditata lebih nyaman. Mobilitas warga semakin lancar, aktivitas ekonomi semakin hidup. Di sudut-sudut kota, program bedah rumah menyentuh keluarga-keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Target renovasi 1.000 rumah tidak layak huni menjadi simbol bahwa pembangunan bukan hanya tentang beton dan aspal, tetapi tentang martabat dan kenyamanan hidup.
Baca Juga: 2 Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Dadap Tangerang, 419 Butir Tramadol-Hexymer Disita
Rumah yang lebih layak bukan sekadar bangunan baru, melainkan ruang aman bagi mimpi anak-anak untuk tumbuh. “Pembangunan harus berdampak langsung pada masyarakat. Kami ingin setiap warga merasakan manfaatnya,” ujar Sachrudin.
Kesehatan dan Pendidikan: Menjaga Masa Depan
Di bidang kesehatan, upaya penurunan stunting digencarkan melalui penguatan posyandu, edukasi gizi, dan intervensi bagi ibu hamil serta balita. Perlahan namun pasti, hasilnya mulai terlihat. Layanan digital melalui aplikasi Tangerang Sehat memudahkan masyarakat mengakses fasilitas kesehatan, mempercepat pelayanan, dan menghadirkan sistem yang lebih modern dan responsif.
Sementara di dunia pendidikan, 70 sekolah inklusi kini membuka pintu lebih lebar bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Lebih dari 1.000 siswa mendapatkan ruang belajar yang setara dan bermartabat. Pendidikan gratis bagi warga kurang mampu menjadi komitmen bahwa masa depan tidak boleh terhalang oleh kondisi ekonomi. Karena bagi Sachrudin–Maryono, membangun kota berarti menyiapkan generasi.
Kolaborasi: Kekuatan yang Menyatukan
Satu tahun perjalanan ini juga menunjukkan sesuatu yang tak kalah penting: soliditas kepemimpinan. Di tengah dinamika politik yang sering kali memecah, Sachrudin dan Maryono justru menunjukkan harmoni dalam membagi peran dan tanggung jawab.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Diminta Segera Normalisasi Drainase untuk Mitigasi Banjir
Semangat “BerSAMA Membangun Kota” bukan sekadar slogan, tetapi gerakan kolektif. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas diajak berjalan bersama. “Pembangunan adalah kerja bersama. Dengan gotong royong, Kota Tangerang akan terus tumbuh menjadi kota yang membanggakan,” tutur Maryono.
Lebih dari Sekadar Satu Tahun
Tentu, tantangan masih ada. Implementasi program unggulan 3G Gempita, Gerakan Kebaikan, dan Gaskeun terus dipacu agar manfaatnya semakin luas dan terasa. Ekspektasi warga pun semakin tinggi. Namun satu tahun ini telah membuktikan arah yang jelas: membangun dengan hati, bekerja dengan kolaborasi, dan menatap masa depan dengan optimisme.
Kota Tangerang hari ini adalah kota yang bergerak. Kota yang infrastrukturnya menguat, layanannya semakin merata, dan semangat warganya semakin menyala. Setahun mungkin baru permulaan. Tetapi dari permulaan inilah harapan bertumbuh. Dan di tangan kepemimpinan yang solid serta kolaboratif, Tangerang melangkah—bukan hanya menuju kota yang maju, tetapi kota yang memberi makna bagi setiap warganya. (adv)

















