SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Suasana Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili terasa semarak di Boen Tek Bio, Pasar Lama, Kecamatan/Kota Tangerang.
Klenteng tertua di kota benteng itu dihiasi lebih dari 700 lampion, sementara ribuan umat datang silih berganti untuk beribadah dan merayakan pergantian tahun.
Ketua Umum Perkumpulan Boen Tek Bio, Ruby Santamoko, mengatakan, persiapan perayaan dilakukan sejak dua minggu sebelum puncak acara. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari dekorasi hingga pertunjukan seni disusun secara matang.
“Perbedaannya adalah kita sekarang punya 700-an lebih lampion yang semuanya didanakan oleh umat dengan mengharapkan doa-doa harapan dengan menaruh nama dan doa yang dia tulis,” ujar Ruby.
Lampion-lampion itu menggantung memenuhi area klenteng, menciptakan suasana hangat dan khidmat. Setiap lampion memuat nama serta doa umat yang berharap keberkahan di tahun baru.
Tak hanya sembahyang dan ritual keagamaan, perayaan Imlek tahun ini juga diisi berbagai pertunjukan seni. Aula klenteng menjadi ruang ekspresi generasi muda yang menampilkan drama, tari, Liong, Barongsai, hingga pertunjukan musik.
Baca Juga: Sambut Imlek 2026, Mal Ciputra Tangerang Hadirkan “Spring of Joy”
“Jadi, tahun baru ini merupakan kemeriahan buat generasi-generasi muda. Nanti kita bisa lihat di aula ada pertunjukan seni drama, seni tari, Liong, Barongsai dan mungkin ada sebagian nyanyi. Itu semua rata-rata adalah anak-anak dari generasi muda di sini. Nah itulah yang membedakan klenteng kita dengan tahun lalu,” jelas Ruby.
Panitia turut mengatur jadwal atraksi dengan mempertimbangkan kerukunan antarumat beragama di kawasan Pasar Lama. Pertunjukan Barongsai dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, setelah waktu salat Isya selesai.
Sejumlah umat mengaku merasakan suasana berbeda dibanding tahun sebelumnya. Lina, salah satu umat, mengatakan dekorasi lampion membuat perayaan terasa lebih sakral.
“Suasananya lebih meriah dari tahun kemarin, lampionnya banyak sekali dan bikin terasa lebih sakral. Saya juga tulis doa untuk keluarga supaya tahun ini lebih baik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Hendrik. Ia bangga melihat keterlibatan anak muda dalam berbagai pertunjukan seni.
“Senang lihat anak-anak muda tampil drama dan barongsai, jadi nggak cuma ibadah tapi juga ada kebersamaan. Rasanya klenteng ini makin hidup,” katanya.
Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Pasar Anyar Tangerang, Begini Kondisinya
Selain perayaan, Imlek 2577 Kongzili juga diwarnai aksi sosial. Sebanyak 3.870 paket sembako telah dibagikan di 34 titik kepada warga kurang mampu di Tangerang.
Ruby menegaskan kegiatan berbagi itu akan terus berlanjut hingga memasuki Ramadan. Pihak klenteng berencana kembali membagikan sembako menjelang Idul Fitri dan menggelar sahur bersama.
“Kami berharap Imlek mengajarkan kami berbagi termasuk juga nanti pada saat bulan puasa kami punya rencana untuk membagikan sembako gratis menjelang Idul Fitri dan juga sekaligus sahur bersama. Kami bekerja sama dengan Ibu Sinta Nuriyah, ini sudah tahun kedua bagi kami,” ujarnya.
Rangkaian perayaan juga dilengkapi ritual Fang Shen atau pelepasan makhluk hidup di Kali Cisadane sebagai simbol harmoni manusia dan alam.
Memasuki Tahun Kuda Api, Ruby berharap semangat dan energi yang dilambangkan kuda api dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Mudah-mudahan di tahun kuda yang penuh dengan semangat, apalagi kuda api energinya tinggi, kita harus memiliki semangat yang sama sehingga semua tantangan, hambatan, rintangan bisa kita hadapi dengan baik,” tuturnya.
Perayaan Imlek 2577 Kongzili di Boen Tek Bio tahun ini bukan hanya soal kemegahan lampion dan pertunjukan seni, tetapi juga tentang semangat berbagi, toleransi, dan harapan baru bagi masyarakat Kota Tangerang. (ari)
























