SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Kesunyian dini hari di wilayah Curug, Kabupaten Tangerang, mendadak pecah. Suara petasan bersahut-sahutan, disusul teriakan sejumlah pemuda yang terlibat tawuran dan perang sarung, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Warga pun dibuat resah.
Kapolsek Curug, AKP Tampubolon, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, pihaknya telah lebih dulu menggelar patroli antisipasi sejak Sabtu (21/2/2026) malam untuk mencegah potensi kejahatan jalanan.
“Pada pukul 23.00 WIB, Polsek Curug bersama Senkom dan Pokdar Kamtibmas melaksanakan patroli cipta kondisi untuk mencegah tawuran, balap liar, serta tindak kejahatan 3C (curas, curat, dan curanmor) di wilayah hukum Polsek Curug,” jelas AKP Tampubolon, Senin (23/2/2026).
Sekitar pukul 01.35 WIB, saat patroli memasuki wilayah Desa Curug Wetan, petugas mengamankan tiga pemuda yang diduga hendak melakukan aksi tawuran. Ketiganya langsung diberikan pembinaan dan imbauan agar tidak mengulangi perbuatannya.
Tak berselang lama, laporan kembali diterima. Aksi perang sarung disertai petasan terjadi di Jalan Raya Diklat Pemda. Tim patroli yang dipimpin langsung Kapolsek bergerak cepat menuju lokasi. Namun setibanya di sana, para pemuda telah membubarkan diri setelah warga sekitar turun tangan.
Situasi belum sepenuhnya kondusif. Sekitar pukul 02.30 WIB, petugas kembali menerima laporan terkait aksi balap lari di Jalan Raya Sukabakti, Binong. Enam pemuda berhasil diamankan dan diberikan pembinaan.
Baca Juga: Aklamasi, Didin Tohirudin Nakhodai PPP Kabupaten Tangerang Periode 2026–2031
Sebagai bentuk pendekatan humanis, para pemuda tersebut turut diajak makan sahur bersama tim patroli di warung sekitar lokasi. Langkah ini dilakukan untuk membangun komunikasi sekaligus memberikan pemahaman agar tidak mengulangi perbuatan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Kapolsek mengimbau para remaja di wilayah Curug agar tidak terlibat tawuran, perang sarung, balap liar, maupun aktivitas serupa yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Kami memohon kerja sama seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Mari bersama-sama mengarahkan anak-anak dan para remaja agar menjadi generasi penerus bangsa yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan diamankannya sembilan pemuda tersebut, situasi di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan berangsur kondusif hingga menjelang waktu sahur. Polisi memastikan patroli rutin akan terus digencarkan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (eko/aditya)
