SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Satu tahun kepemimpinan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, dinilai masih berada di jalur yang positif. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan agar Kabupaten Tangerang semakin gemilang ke depan.
Penilaian tersebut disampaikan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Memed Chumaidi, kepada Satelit News, Minggu (1/3/2026).
“Tentu saja evaluasi tetap diperlukan. Namun secara umum arah kepemimpinan Kabupaten Tangerang saat ini berada pada jalur yang positif dan menjanjikan bagi keberlanjutan pembangunan Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Menurut Memed, Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah menunjukkan karakter kepemimpinan yang responsif dan adaptif terhadap dinamika publik. Pada tahun pertama, keduanya dinilai tidak hanya fokus pada konsolidasi birokrasi, tetapi juga menjaga ruang komunikasi tetap terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat.
“Saya melihatnya dalam konteks kepemimpinan, responsivitas adalah kunci. Maesyal–Intan relatif mampu membaca kebutuhan publik, menjaga stabilitas politik, serta mulai mengarahkan kebijakan pada penguatan layanan dasar dan pembangunan sumber daya manusia,” katanya.
Ia menilai fondasi tersebut menjadi modal penting untuk akselerasi program pada tahun-tahun berikutnya. Secara substantif, arah kebijakan mulai terlihat di sejumlah sektor prioritas, di antaranya penguatan pelayanan publik, pendidikan dan pembangunan SDM, penguatan ekonomi lokal, upaya digitalisasi layanan, serta infrastruktur wilayah.
Baca Juga: Dukung Program Indonesia ASRI, Forkopimda dan Mahasiswa Gelar Jumat Bersih di Balaraja Tangerang
“Walaupun hasilnya belum sepenuhnya maksimal karena memang masih tahap awal, sinyal kebijakan sudah menunjukkan orientasi pada kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.
Memed menegaskan, kepemimpinan daerah tidak semata dinilai dari retorika, melainkan dari arah prioritas kebijakan yang dibangun sejak awal. Ia juga mengingatkan, setiap program pemerintah memiliki standar operasional prosedur (SOP) dan mekanisme yang harus dilalui secara bertahap.
“Selama tahapannya masih searah, tentunya berada di jalur yang positif,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Marni, warga Kampung Mampelem Balong RT01/RW04, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, turut merasakan dampak sejumlah program tersebut. Ia menyebut program sekolah swasta gratis, bus angkutan sekolah gratis, serta bedah rumah atau rumah tidak layak huni (RTLH) mulai dirasakan masyarakat.
Marni mengaku, dirinya dan kedua anaknya sangat terbantu. Kini, anak-anaknya tidak perlu lagi berjalan kaki atau diantar ke sekolah karena telah tersedia angkutan sekolah gratis. Rumahnya yang sebelumnya tergolong kumuh pun kini kembali layak huni berkat program bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah saya sudah merasakan langsung, mulai dari perbaikan rumah, sekolah gratis, dan angkutan sekolah. Jadi sekarang saya tidak perlu antar anak ke sekolah setiap hari karena sudah ada angkutan bus gratis,” ungkapnya. (alfian/aditya)
Baca Juga: 392 Jemaah Haji Asal Kabupaten Tangerang Pulang, Tujuh Orang Meninggal di Arab Saudi
