SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Anggota MPR RI sekaligus DPR RI Komisi VIII Dapil Banten III, Wahidin Halim, menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Aula Kampus Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin (UNIMAR), Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 12.00 WIB itu diikuti 178 peserta yang terdiri atas mahasiswa Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), KOKAM Muhammadiyah, serta Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tangerang (PDPM).
Mengusung tema “Memperkokoh Fondasi dan Karakter Bangsa dalam Kehidupan Bernegara dengan Memahami Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Tiang Penyangga Bangsa yang Berdaulat”, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Arita, dosen Bahasa Indonesia UNIMAR, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu dirigen Eka.
Dalam pemaparannya, wakil rakyat yang karib disapa WH ini menjelaskan perannya sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) di Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan sejumlah kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Badan Wakaf Indonesia dan BAZNAS.
Ia kemudian mengulas kembali empat konsensus dasar bangsa atau 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Baca Juga: Kembali Nakhodai DPW NasDem Banten, WH: Jangan Ada Kantor DPD Dihutan dan Dipelosok
Menurutnya, Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi bangsa yang memuat lima sila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sementara UUD 1945 menjadi konstitusi tertinggi yang mengatur bentuk dan kedaulatan negara, hak dan kewajiban warga negara, sistem pemerintahan, serta lembaga-lembaga negara.
“NKRI menegaskan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang utuh, bukan federal. Sedangkan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk tetap bersatu di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya,” ujarnya.
Wahidin menegaskan, pemahaman terhadap 4 pilar bukan sekadar teori, melainkan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Rektor UNIMAR, APT. Jaka Supriyanta, M.Farm., yang turut menjadi narasumber, menambahkan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan sangat penting di tengah era globalisasi dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI). “Mahasiswa sebagai generasi muda harus mampu menjadikan 4 pilar kebangsaan sebagai kompas moral dalam bersikap dan bertindak,” katanya.
Ia menjelaskan, pemahaman 4 pilar dapat menjadi benteng terhadap radikalisme dan potensi perpecahan, sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat gotong royong, toleransi, keadilan, dan demokrasi.
Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta menanyakan strategi sosialisasi 4 pilar kepada seluruh lapisan masyarakat. Wahidin menjawab bahwa ia tidak hanya menyampaikan materi dalam forum resmi MPR RI, tetapi juga saat kunjungan kerja, reses di daerah pemilihan, hingga kegiatan kemasyarakatan seperti tahlilan, rapat warga, dan peringatan hari besar keagamaan.
Baca Juga: Anggota DPR RI Wahidin Halim Janji Kawal Kasus SIP Pamulang
Menanggapi pertanyaan lain mengenai efektivitas 4 pilar dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan, WH optimistis nilai-nilai tersebut mampu menangkal berbagai ujian persatuan. Menurutnya, sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, berbagai tantangan telah berhasil dilalui berkat kokohnya fondasi kebangsaan. “Empat pilar ini sudah melekat di hati masyarakat Indonesia. Tugas kita adalah terus merawat dan menjaganya,” tegasnya.
Sebagai masukan, peserta mengusulkan agar materi sosialisasi dilengkapi buku saku atau bahan bacaan ringkas agar lebih mudah dipahami dan disebarluaskan. Selain itu, mereka berharap kegiatan serupa dapat digelar di forum-forum warga seperti aula RT dan RW agar menjangkau masyarakat lebih luas. Kegiatan berlangsung tertib dan interaktif, dengan peserta tampak antusias mengikuti paparan materi hingga sesi diskusi. (made)





















