SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Gejolak di Timur Tengah kian memanas. Pasca Amerika Serikat dan Israel menggempur Iran pada Sabtu (27/2), situasi kawasan kembali bergolak setelah Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Di tengah tensi politik yang meningkat, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang memastikan tidak ada Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Tangerang yang bekerja di wilayah Iran.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Tangerang, Iis Kurniati, mengatakan berdasarkan basis data resmi tahun 2025, pihaknya tidak menemukan adanya warga Kabupaten Tangerang yang tercatat bekerja di Teheran maupun kota-kota lain di Iran.
“Berdasarkan data kami, nihil PMI yang berangkat ke Iran. Konsentrasi penempatan pekerja migran asal Kabupaten Tangerang masih terfokus pada negara-negara Teluk dan sekitarnya. Meskipun Iran sempat menyerang pangkalan militer di kawasan Teluk, dapat dipastikan warga Kabupaten Tangerang yang bekerja di sana terbilang aman,” kata Iis kepada Satelit News, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, hingga awal 2025, Disnaker Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 189 PMI asal Kabupaten Tangerang berangkat ke luar negeri untuk bekerja. Mayoritas mengisi sektor formal dan jasa, seperti pengemudi, juru masak, petugas bongkar muat barang, hingga layanan kebersihan (cleaning service).
“Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 189 orang yang berangkat ke luar negeri untuk bekerja,” ujarnya.
Adapun negara tujuan utama para pekerja migran asal Kabupaten Tangerang meliputi Arab Saudi, Turki, Yordania, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (Dubai). Meski beberapa negara tersebut terdampak dinamika kawasan, Iis memastikan para PMI masih dalam pemantauan intensif Pemerintah Indonesia.
“Meskipun beberapa negara tetangga Iran juga terdampak dinamika regional, status keamanan PMI di sana masih dalam pemantauan intensif pemerintah,” tandasnya. (alfian/aditya)