SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, menargetkan silaturahmi dengan sekitar 6.000 kader di Daerah Pemilihan (Dapil) 4. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat soliditas kader sekaligus menjaga komunikasi dengan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Amud saat menggelar kegiatan silaturahmi bersama ratusan warga yang didominasi kaum ibu di Pondok Aspirasi, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Rabu (4/2/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Amud yang juga politisi Partai Golkar mengatakan rangkaian silaturahmi dimulai dari para kader di lingkungan perumahan, sebelum dilanjutkan ke berbagai basis kader lainnya hingga menjelang Lebaran.
“Kami awali silaturahmi dengan kader di perumahan. Selanjutnya ke semua basis kader hingga menjelang Lebaran. Kami targetkan 6.000 kader di Dapil 4 bisa selesai sebelum Idul Fitri,” kata Amud kepada satelitnews.com.
Menurutnya, silaturahmi tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para kader yang selama ini berperan menjaga dan mengawal marwah partai di tengah masyarakat.
Politisi yang juga pernah berkiprah sebagai jurnalis itu menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan kesolidan, khususnya para kader srikandi Golkar yang tersebar di sejumlah perumahan di Kabupaten Tangerang.
Selain mempererat hubungan dengan kader, Amud juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang yang dapat dimanfaatkan masyarakat, salah satunya program mudik gratis.
Ia mengimbau warga memanfaatkan fasilitas mudik gratis yang diselenggarakan Pemkab Tangerang melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang.
“Pemkab Tangerang telah membuka mudik gratis setiap tahun. Nah, manfaatkan sebaik-baiknya bagi warga yang ingin mudik,” ujarnya di hadapan ratusan ibu rumah tangga.
Menurut Amud, program mudik gratis telah dibuka sejak jauh hari agar masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan pulang kampung. Informasi mengenai tata cara pendaftaran juga telah disebarluaskan melalui berbagai media umum maupun media sosial.
“Mudik gratis adalah upaya pemerintah daerah untuk membantu warga agar bisa merayakan Lebaran di kampung halaman dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Amud juga mengajak masyarakat untuk bersyukur atas suasana damai dan toleransi antarumat beragama di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Bentuk Satgas Anti Rentenir, Perluas Akses Permodalan Masyarakat
“Kita semua berharap seluruh umat Muslim bisa menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang, nyaman, dan damai tanpa gangguan apa pun,” imbuhnya.
Ajak Kaum Ibu Hidupkan Kembali Budaya Bercocok Tanam
Silaturahmi warga yang didominasi kaum emak-emak itu juga dihadiri anggota DPR RI, Andi Achmad Dara, yang tengah melakukan kunjungan kerja di daerah pemilihan Tangerang Raya.
Dalam kesempatan tersebut, politisi yang akrab disapa Andi Dara itu mendorong warga, khususnya kaum ibu di Kabupaten Tangerang, untuk menghidupkan kembali budaya bercocok tanam di lahan milik sendiri.
Ajakan ini disampaikan sebagai langkah strategis dalam menghadapi potensi inflasi dan kenaikan harga bahan pokok akibat ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Andi Dara, kaum ibu memegang peranan penting dalam mengelola ekonomi keluarga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Ia mengajak warga memanfaatkan lahan terbatas untuk menanam kebutuhan pokok secara mandiri, sejalan dengan program ketahanan pangan nasional.
“Saya mengajak kaum ibu menjadi supply chain di dapur sendiri. Dengan menanam cabai, tomat, atau beternak ayam petelur. Budaya ini harus dihidupkan lagi agar kita tidak sepenuhnya bergantung pada pasar,” ujarnya.
Selain itu, sebagai Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI, Andi mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan pembenahan tata kelola subsidi agar lebih tepat sasaran, salah satunya melalui sinkronisasi data pelanggan listrik 450 watt dan distribusi pupuk.
Ia menambahkan, efisiensi anggaran pusat dan daerah terus diperjuangkan agar dana desa serta bantuan sosial (Bansos) dapat terserap tepat waktu tanpa mengalami kendala birokrasi. (aditya)
























