SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang sejak Kamis (5/3) hingga Minggu (8/3/2026) dini hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Tercatat, sebanyak 11 kecamatan terdampak dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga 60 sentimeter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang saat ini masih melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan, berdasarkan data sementara yang diterima pihaknya, terdapat 18 titik banjir yang tersebar di 11 kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Berdasarkan laporan, terdapat 18 titik di 11 kecamatan yang terdampak banjir,” ujar Achmad Taufik kepada Satelit News, Minggu (8/3/2026).
Taufik menjelaskan, sejumlah titik banjir tersebut di antaranya berada di Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua; Desa Margasari, Desa Cisereh, dan Desa Pasir Bolang (Kawasan Olek), Kecamatan Tigaraksa. Selain itu, banjir juga terjadi di Perumahan Mutiara Tanjakan, Desa Tanjakan; Perumahan Villagio Residence, Desa Jambu Karya; Perumahan Royal Residence, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg.
Kemudian di Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo; Perumahan Villa Tomang, Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis; Perumahan Prima, Desa Karet, Kecamatan Sepatan; Pondok Pesantren Modern Subulussalam di Desa Kresek; Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek; Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya; serta Perumahan Samawa, Desa Jati Mulya, Kecamatan Sepatan Timur.
Baca Juga: Imbas Anggaran Tersendat, Operasional 62 SPPG di Kabupaten Tangerang Distop Sementara
“Lalu di Kecamatan Gunung Kaler berada di Desa Kandawati. Sementara di wilayah Kecamatan Pakuhaji terdapat di Desa Laksana dan Desa Kohod,” ujar Taufik.
Menurut Taufik, banjir yang merendam pemukiman warga dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi sejak Kamis (5/3) malam hingga Minggu (8/3) dini hari. Selain itu, banjir juga diperparah oleh kiriman air dari hulu melalui aliran Sungai Cidurian, Cirarab, dan Cimanceuri.
Akibatnya, sejumlah kecamatan seperti Kelapa Dua, Tigaraksa, Rajeg, Kronjo, Pasar Kemis, Sepatan, Kresek, Sindang Jaya, Sepatan Timur, Gunung Kaler, dan Pakuhaji terdampak banjir dengan ketinggian air yang bervariasi.
“Ketinggian air sangat bervariasi, pada umumnya sekitar 20 sentimeter hingga 60 sentimeter,” tukasnya.
Saat ini, BPBD bersama TNI, Polri, dan para relawan PMI Kabupaten Tangerang terus melakukan proses evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir. Warga dievakuasi menggunakan perahu karet menuju tempat yang lebih aman seperti masjid dan musala yang dijadikan lokasi pengungsian sementara.
Di lokasi pengungsian tersebut juga telah disiagakan tenaga medis untuk memeriksa kesehatan warga terdampak.
Baca Juga: Jurnalis Tangerang Deklarasikan Environmental Journalist Network, Tanam 10 Ribu Mangrove di Mauk
“Masyarakat yang terdampak kita evakuasi menggunakan perahu karet ke tempat yang lebih aman, seperti musala dan masjid. Di sana juga sudah disiapkan tenaga medis dan obat-obatan. Yang terpenting masyarakat bisa diselamatkan terlebih dahulu, untuk bantuan lainnya sedang dalam proses,” ungkap Taufik.
Terkait jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir, Taufik mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan sehingga jumlah keseluruhan korban belum dapat dipastikan. “Nanti lengkapnya menyusul. Data keseluruhan masih dalam proses pendataan,” katanya.
Di tempat terpisah, salah satu warga Perumahan Villa Tomang Baru, Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Yadi (50) mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (6/3) serta meluapnya aliran Kali Cirarab menyebabkan ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter hingga 2 meter.
Menurut Yadi, banjir bahkan sempat memutus akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Tangerang dengan Kota Tangerang. Saat ini sebagian warga telah dievakuasi dan mengungsi ke musala yang dijadikan posko darurat.
“Air mulai masuk ke rumah pada Sabtu (7/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat ini sebagian masyarakat sudah diungsikan ke posko darurat,” kata Yadi.
Ia mengungkapkan, kawasan Perumahan Villa Tomang Baru memang kerap menjadi langganan banjir saat curah hujan tinggi dan air Sungai Cirarab meluap. Akibat banjir tersebut, banyak warga mengalami kerugian materiil karena perabot rumah tangga dan peralatan elektronik rusak terendam air.
Baca Juga: Wabup Tangerang “Sentil” ASN Merokok Sembarangan
“Di sini memang sering banjir. Tiap hujan pasti terdampak. Banyak perabotan yang rusak, seperti TV, kasur, meja makan, dan barang elektronik lainnya terendam,” jelasnya.
Sementara itu, Komandan Regu Pos BPBD Kabupaten Tangerang Pos Pasar Kemis, Joko Murjito mengungkapkan, banjir merendam sekitar 800 rumah yang berada di sembilan RW di Perumahan Villa Tomang Baru. “Rata-rata ketinggian air hampir 2 meter. Total warga yang terdampak kurang lebih 2.400 jiwa,” ungkap Joko.
Saat ini, pihaknya masih terus melakukan evakuasi terhadap warga yang masih berada di dalam rumah untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman. Selain itu, BPBD juga berupaya mengurangi debit air dengan menggunakan mesin pompa air portabel. Namun upaya tersebut belum mampu menurunkan debit air secara signifikan karena aliran Kali Cirarab masih terus meluap.
“Untuk warga yang mengungsi ada yang berada di musala, posyandu, dan tenda-tenda darurat yang dianggap aman untuk berteduh,” jelasnya. (alfian/aditya)
