SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Bahkan, pemerintah daerah menargetkan anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi hingga sekolah pilot dan kedokteran.
Komitmen tersebut disampaikan dalam refleksi satu tahun kepemimpinan yang digelar di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (10/3).
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, sejak 2025 pihaknya mulai merealisasikan program sekolah swasta gratis secara bertahap untuk jenjang SD dan SMP. Program tersebut bertujuan memastikan pendidikan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga kurang mampu.
Pria yang akrab disapa Rudi itu menegaskan, ke depan seluruh sekolah swasta tingkat SD dan SMP akan digratiskan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Ke depan kita akan terus menambah kuota untuk menggratiskan sekolah tingkat SD dan SMP secara keseluruhan. Tetapi semua itu dilakukan secara bertahap tentunya berdasarkan kemampuan anggaran,” kata Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Selasa (10/3).
Menurut Rudi, salah satu capaian paling menonjol di sektor pendidikan adalah program Beasiswa Tangerang Gemilang. Hingga saat ini, sebanyak 235 mahasiswa dari keluarga ekonomi rendah telah diberangkatkan ke berbagai universitas ternama, baik di dalam maupun luar negeri.
“Sebanyak 20 mahasiswa telah dikirim ke Al-Azhar Kairo (Mesir), 30 orang ke Swiss dan Jerman, serta puluhan lainnya tersebar di perguruan tinggi negeri seperti IPB, Untirta, hingga Unpad,” tandasnya.
Pada 2026, orang nomor satu di Kabupaten Tangerang itu menargetkan jumlah penerima beasiswa meningkat signifikan menjadi 547 mahasiswa. Bahkan, pemerintah daerah juga berencana menyekolahkan anak-anak dari keluarga kurang mampu ke sekolah penerbangan di STPI Curug.
Ia mengaku prihatin setelah melihat data di sekolah penerbangan tersebut karena belum ada pilot yang lahir dan berasal dari Kabupaten Tangerang.
“Makanya saya minta doanya, tahun 2026 kita targetkan ‘pecah telur’. Harus ada anak warga kita yang keterbatasan ekonomi bisa sekolah pilot dan jadi dokter,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menambahkan, selain fokus pada siswa, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Saat ini, sebanyak 419 guru PAUD tengah difasilitasi untuk menempuh pendidikan sarjana secara gratis selama lima tahun guna meningkatkan kompetensi mereka.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga melanjutkan program pembangunan fasilitas pesantren yang sebelumnya digagas pada masa kepemimpinan Ahmed Zaki Iskandar. Jika sebelumnya fokus pada pembangunan sanitasi pesantren (Sanitren), kini pemerintah daerah mulai membangun infrastruktur fisik berupa asrama.
“Kami melanjutkan apa yang sudah dibangun Pak Ahmed Zaki Iskandar. Jika dulu fokus pada sanitasi, sekarang kami bangun asramanya. Tahun ini ada 15 unit asrama pondok pesantren yang kita bangun,” paparnya.
Program pendidikan tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menekankan lingkungan aman, ramah, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung infrastruktur yang lebih baik bagi masyarakat.
Menutup refleksi tersebut, Intan mengajak seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tangerang memanfaatkan masa pengabdian dengan bekerja maksimal demi kesejahteraan masyarakat.
“Mumpung masih diberikan kepercayaan, kapan lagi kita berbuat maksimal untuk masyarakat? Kami ingin memastikan infrastruktur kena, pendidikannya kena, dan lingkungannya nyaman,” pungkasnya. (alfian/aditya)