SATELITNEWS.COM, SERANG – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), menerjunkan satu unit excavator long arm untuk melakukan penangan banjir, di kawasan Perumahan Grand Sutera, Serang.
Karena berdasarkan hasil pantauan di lapangan, banjir yang terjadi di kawasan Perumahan Grand Sutera akibat menurunnya kemampuan sungai untuk mengalirkan air dengan debit yang tinggi akibat penyempitan alur sungai hingga sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian, Dedi Yudha Lesamana mengatakan, Tim Satuan Tugas Pelaksanaan Pengendalian Banjir dan Air (Satgaslak PBA) dan excavator long arm, dikerahkan untuk melakukan pengerukan di Sungai Cigeplak, segmen Grand Sutera.
“Penanganan darurat dilaksanakan secara kolaboratif bersama Dinas PUPR Provinsi Banten, dengan rencana penanganan sepanjang ± 1 km,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Kata Dedi, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, banjir yang terjadi di kawasan Perumahan Grand Sutera akibat menurunnya kemampuan sungai untuk mengalirkan air dengan debit yang tinggi akibat penyempitan alur sungai hingga sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan.
Karena itu, pengerukan sedimen dan pelebaran alur sungai menjadi tindak darurat yang diambil untuk mengembalikan kapasitas dan kemampuan sungai, dalam menampung serta mengalirkan debit air secara optimal.
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
Dedi menuturkan, pada Desember 2025 telah dilakukan penanganan darurat berupa normalisasi sungai serta pembuatan tanggul sementara, menggunakan sandbag dan bronjong pada tiga titik di kawasan Perumahan Grand Sutera.
“Penangan darurat telah dilakukan pada Desember tahun lalu, sementara rencana penanganan permanen akan dilaksanakan pada akhir Maret mendatang,” ujarnya.
Di samping melakukan penanganan darurat, saat ini pihaknya tengah melakukan penyusunan rencana penanganan untuk menentukan metode yang tepat mengatasi banjir di kawasan tersebut.
Kajian ini meliputi identifikasi kondisi sungai, tingkat sedimentasi, serta berbagai faktor yang mempengaruhi kapasitas aliran, sehingga langkah penanganan yang diambil dapat lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan tindak darurat ini diharapkan kapasitas tampung Sungai Cigeplak dapat kembali optimal sehingga aliran air menjadi lebih lancar dan risiko genangan di kawasan sekitar dapat diminimalkan. Selain pengerukan sedimen, tim di lapangan juga melakukan pembersihan material yang menghambat aliran sungai.
BBWS Cidanau Ciujung Cidurian terus berupaya melakukan langkah-langkah responsif dalam menangani kejadian banjir, khususnya di wilayah yang memiliki potensi genangan akibat penyempitan maupun pendangkalan sungai.
Baca Juga: Terkendala SK, Anggaran Karang Taruna Kabupaten Serang Rp500 Juta Tersendat
“Upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga fungsi sungai agar tetap optimal dalam mengalirkan air, sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya. (sidik)
























