SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Cuaca panas terik dirasakan masyarakat di wilayah Tangerang dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Hartanto menjelaskan bahwa meningkatnya suhu udara saat ini dipengaruhi oleh posisi semu matahari. Saat ini pergerakan semu matahari berada di wilayah Belahan Bumi Selatan atau Selatan Ekuator, sehingga posisi matahari terasa lebih dekat dan penyinarannya lebih langsung ke permukaan bumi.
“Yang mana posisi matahari lebih dekat dan langsung menyengat bumi sehingga menyebabkan suhu udara meningkat,” ujar Hartanto di Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (15/3).
Kata dia, berdasarkan data pengamatan pada 13 Maret 2026 di Balai Besar MKG Wilayah II, suhu udara maksimum tercatat mencapai 36,2 derajat Celsius. Sementara itu, pengamatan melalui Automatic Weather Station (AAWS) di Serang mencatat suhu maksimum sebesar 36,3 derajat Celsius.
Selain dipengaruhi posisi matahari, kondisi panas ini juga berkaitan dengan masa peralihan musim yang tengah terjadi di wilayah Banten. Saat ini wilayah tersebut mulai memasuki masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.
Pada periode peralihan musim ini, intensitas curah hujan cenderung menurun. Meski demikian, BMKG menyebut masih terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Namun, fenomena tersebut umumnya bersifat lokal dan berlangsung dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga: Karhutla Tembus 107 Ribu Ha, Modifikasi Cuaca Terkendala Awan
“Tidak menutup kemungkinan bahwa di musim peralihan ini akan terjadi potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/ petir dan angin kencang namun bersifat lokal,” sebutnya.
BMKG memprediksi periode Maret hingga Mei merupakan masa dengan potensi suhu udara yang cukup tinggi di wilayah Banten.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan selama kondisi cuaca panas berlangsung. Beberapa langkah yang disarankan antara lain mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan, serta menghindari paparan sinar matahari langsung terutama pada pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui situs resmi BMKG Wilayah II maupun akun media sosial resmi mereka di @bmkgwilayah2. (eko)























