SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Polri mengingatkan masyarakat mengantisipasi lonjakan arus balik usai Idul Fitri 1447 Hijriah. Mobilitas diprediksi meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026 Brigjen Tjahyono Saputro mengatakan, potensi kepadatan mulai terlihat setelah pelaksanaan Salat Idul Fitri.
“Kami mengingatkan kembali imbauan Kapolri terkait potensi meningkatnya mobilitas masyarakat pasca Lebaran,” ujar Tjahyono, Minggu (22/3/2026).
Polri, kata dia, telah meningkatkan kesiapan personel di lapangan. Pengaturan lalu lintas diperkuat, termasuk pengamanan di titik rawan kemacetan.
Pengelolaan arus balik dilakukan maksimal seperti saat arus mudik. Tujuannya memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar.
Polri juga mengajak masyarakat memanfaatkan diskon tarif tol pada 26–27 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan bisa memecah kepadatan kendaraan.
Selain itu, masyarakat diminta menggunakan skema Work From Anywhere (WFA). Dengan begitu, perjalanan arus balik bisa dilakukan bertahap.
“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan WFA secara bijak agar tidak terjadi penumpukan,” kata Tjahyono.
Polri turut mengantisipasi kegiatan halal bihalal di berbagai daerah. Kegiatan ini berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.
Personel disiagakan untuk melakukan pengaturan di lokasi kegiatan masyarakat. Langkah ini untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.
Di sisi lain, pengawasan juga dilakukan di objek wisata, terutama wisata air. Pengelola diminta memperhatikan kapasitas angkut.
Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama. Risiko kecelakaan akibat over kapasitas perlu dihindari. Tjahyono menegaskan, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil kerja sama banyak pihak. Mulai dari TNI, kementerian, pemerintah daerah, hingga masyarakat. (rmg)