SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Aksi dramatis terjadi di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Daan Mogot Km 19,6, Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Senin (23/3/2026) tengah malam. Seorang pria nekat berdiri di atas papan reklame dan diduga hendak mengakhiri hidupnya.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 20.25 WIB, saat anggota piket SPK Polsek Batuceper menerima laporan warga mengenai seorang laki-laki yang memanjat papan reklame di atas JPO. Lokasi yang berada di jalur padat tersebut seketika menyita perhatian pengguna jalan.
Mendapati laporan tersebut, piket pawas bersama personel piket fungsi langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) dipimpin Kapolsek Batuceper, Kompol Gunawan. Petugas juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kecamatan Batuceper untuk membantu proses evakuasi.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati pria tersebut sudah berdiri di ketinggian, tepat di atas papan reklame JPO. Situasi pun sempat menegangkan, sementara arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot arah Tangerang harus ditutup sebagian guna menghindari risiko kecelakaan dan mendukung proses penyelamatan.
Polisi kemudian mengambil langkah persuasif dengan melakukan komunikasi intensif. Upaya negosiasi dilakukan secara humanis untuk membujuk pria tersebut agar mengurungkan niatnya.
“Petugas melakukan komunikasi dan negosiasi kurang lebih selama 90 menit hingga akhirnya yang bersangkutan berhasil diamankan,” ujar Gunawan.
Baca Juga: Bawa Sajam, Remaja Diduga Hendak Tawuran Ditangkap Warga Batuceper
Setelah melalui proses panjang dan penuh kehati-hatian, pria tersebut akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan dari Polsek Batuceper, Polres Metro Tangerang Kota, serta dibantu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang.
Korban kemudian langsung dibawa menggunakan ambulans ke Polres Metro Tangerang Kota untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Diketahui, pria tersebut bernama Andika Bagas Putra (29), warga Perumnas 1 Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Ia sehari-hari bekerja sebagai pengamen.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Andika diduga mengalami tekanan psikologis berat akibat permasalahan keluarga.
Perceraian orang tua yang diikuti dengan meninggalnya sang ayah membuat kondisi keluarganya terpuruk. Selain itu, ia juga tidak memiliki penghasilan tetap, yang diduga semakin memperparah kondisi mentalnya.
Berkat kesigapan aparat, aksi nekat tersebut berhasil digagalkan. Polisi memastikan kondisi korban saat ini dalam penanganan, sementara situasi di lokasi kejadian telah kembali aman dan kondusif. (ari)
Baca Juga: Polsek Batuceper Tegaskan Polemik Siswa SMAN 14 Tangerang Terkait Kasus Perundungan





















