SATELITNEWS.COM, LEBAK–Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah tak mampu menyembunyikan kekecewaannya usai pernyataan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya yang dinilai menyinggung dirinya dalam forum resmi. Amir bahkan sempat tersulut emosi dan berdiri dari tempat duduknya.
Peristiwa itu terjadi saat sebuah acara resmi di lingkungan Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak. Dalam sambutannya, Bupati Hasbi Jayabaya melontarkan pernyataan yang menyinggung latar belakang pribadi Amir Hamzah, termasuk masa lalunya sebagai mantan narapidana yaitu “Uyuhan mantan napi jadi wakil bupati geh bersyukur (masih mending mantan narapidana jadi wakil bupati juga bersyukur)”.
Ucapan tersebut disampaikan di hadapan para tamu undangan, sehingga memicu reaksi dari Amir. Ia mengaku merasa dipermalukan karena persoalan pribadi dibawa ke ruang publik yang tidak berkaitan dengan tugas pemerintahan. “Kalau hanya menyebut nama saya mungkin biasa. Tapi ketika menyebut saya mantan narapidana di depan umum, itu sudah masuk penghinaan,” ujar Amir.
Tak lama setelah pernyataan itu dilontarkan, Amir mengaku emosinya memuncak. Ia bahkan berdiri dari tempat duduknya untuk menyampaikan keberatan secara langsung kepada bupati. “Saya bangkit ingin menyampaikan agar tidak berbicara seperti itu. Tapi saya ditahan oleh beberapa pihak. Istri saya juga menenangkan, bahkan anak-anak saya diminta pulang,” katanya.
Menurut Amir, persoalan tersebut bukan sekadar perbedaan gaya bicara atau intonasi, melainkan menyangkut substansi ucapan yang dinilai tidak pantas disampaikan dalam forum resmi. “Ini bukan soal intonasi. Ini soal isi pembicaraan yang merendahkan. Disampaikan di depan umum dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa kesempatan, ia merasa komunikasi dari Bupati kerap disampaikan dengan cara yang kurang etis. “Ini sudah yang kedua kali. Bahkan dalam rapat-rapat dinas juga sering ada bahasa yang menurut saya tidak layak,” ungkap Amir.
Baca Juga: Mendadak Panas Hubungan Bupati-Wakil Bupati Lebak, Amir Merasa Dihina Hasbi
Meski demikian, Amir memastikan dirinya tetap akan menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati dan mengutamakan kepentingan masyarakat. “Saya tetap bekerja. Kasihan masyarakat, masih banyak persoalan yang harus diselesaikan,” ucapnya. Terkait kemungkinan mundur dari jabatannya, Amir menyatakan masih akan melihat perkembangan situasi ke depan. “Nanti kita lihat situasi. Ini kan baru setahun menjabat,” katanya.
Ia pun menegaskan pentingnya etika dan tata krama dalam berkomunikasi, khususnya bagi pejabat publik dalam forum resmi. “Kita ini pejabat, ada etika, ada tata krama. Harus melihat situasi dan konteks. Jangan sampai ucapan justru melukai dan merusak suasana,” tandasnya. Selain itu, ia juga menyinggung lemahnya koordinasi di internal pemerintahan. Menurutnya, komunikasi dengan bupati kerap tidak berjalan baik. “Koordinasi susah, bukan hanya dengan saya, dengan pihak lain juga,” katanya.(mulyana)
























