SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pemkot Tangerang menegaskan proses belajar mengajar tetap dilakukan secara daring. Pasalnya, pandemi Covid-19 belum usai. Sementara Kota Tangerang masih masuk dalam zona kuning penyebaran Covid-19.
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan ini merupakan hasil musyawarah antar kepala daerah Tangerang Raya dengan Gubernur Banten, Wahidin Halim, Minggu, (12/07) lalu. Terkait belajar mengajar secara tatap muka langsung akan dimulai pada Desember mendatang.
“Ya seharusnya mereka tidak melakukan itu karena kemarin kita rapat dengan pak gubernur kaitan evaluasi PSBB, Pak gubernur memang informasinya sudah ada masyarakat yang ingin belajar ya tapi kemungkinan di akhir Desember, karena sekarang kondisinya kota Tangerang juga masih kuning, yang tetap kita harus meningkatkan kewaspadaan, “ujar Arief, Senin, (13/7).
Proses belajar mengajar tahun ajaran 2020/2021 di Kota Tangerang telah dimulai kemarin. Pemkot Tangerang akan menindak tegas bagi sekolah yang tetap melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka langsung. Pemkot Tangerang tak segan-segan mencabut izin sekolah bila tak mengindahkan aturan tersebut.
“Ya nanti kita bisa cabut izin sekolahnya, karena kita ingin semua proses kehidupan sosial masyarakat ini tetap aman dan nyaman buat semua,” tegas Arief. Walikota dua periode ini Pemerintah Kota Tangerang juga akan memberikan bantuan kepada siswa berupa dana untuk membeli kuota internet. Dana tersebut bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Kota Tangerang.
Dinas Pendidikan, kata Arief juga telah menyiapkan skema di tahun ajaran baru saat pandemi Covid-19. Skemanya, proses kegiatan belajar mengajar daring akan dipadukan dengan tatap muka. Namun, untuk tatap muka tidak setiap hari. Pihak guru akan menyambangi murid masing-masing untuk memberikan tugas serta materi.
Baca Juga: Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini
“Rencananya sih akan ada guru yang datang ke lingkungan-lingkungan untuk memberikan tugas ya dan mengumpulkan tugas di luar proses pembelajaran yang menggunakan online,” ujarnya. Kendati begitu, peran orang juga sangat penting dalam proses belajar mengajar ini. Diharapkan orang tua mampu membimbing anaknya untuk belajar dengan materi yang semestinya.
“Proses belajar mengajar saat pandemi ini memang berbeda, tidak dengan secara tatap muka, bagaimanapun anak-anak harus tetap belajar meningkatkan pengetahuannya, untuk meraih masa depan. Peran orangtua saat ini dibutuhkan untuk membimbing anak-anaknya seperti home schooling,”pungkasnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin mengatakan masa orientasi siswa tahun ajaran baru tersebut digelar secara daring melalui aplikasi Zoom. “Pengenalan buat siswa digelar online selama tiga hari meliputi pengenalan profil siswa, wawasan, dan sebagainya,” ujarnya. Selain masa orientasi, kegiatan belajar-mengajar (KBM) juga tetap dilakukan daring atau tidak tatap muka. Diproyeksikan KBM digelar daring sampai Desember 2020. “Mulai hari ini (kemarin) daring sampai Desember,” katanya. (made)
























