SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Harapan itu akhirnya datang setelah puluhan tahun menunggu. Subhan (50) dan istrinya, Tarini (48), warga Kampung Cituis, Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, kini bisa bernapas lega. Setelah hampir 40 tahun tinggal di rumah tak layak huni, pasangan ini mendapat bantuan perbaikan rumah sebesar Rp35 juta dari Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, Rabu (1/4/2026).
Selama ini, Subhan dan keluarganya bertahan di rumah sederhana berukuran 40 meter persegi, beratap genting rapuh dan berlantai tanah merah. Kondisi tersebut sudah mereka jalani sejak 1986, saat Subhan menetap di wilayah tersebut setelah menikah dengan Tarini, warga asli setempat.
“Saya tinggal di sini sejak 1986, kurang lebih sudah 40 tahun. Kalau saya aslinya dari Brebes, Jawa Tengah, tapi istri saya warga sini,” kata Subhan kepada Satelit News, Rabu (1/4/2026).
Dalam kesehariannya, Subhan bekerja serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarga. Sementara anak sulungnya yang berusia 20 tahun membantu sebagai nelayan. Namun, penghasilan yang terbatas hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari, tanpa mampu memperbaiki kondisi rumah.
“Saya sendiri bekerja serabutan, apa saja dikerjakan yang penting menghasilkan dan halal. Anak saya yang sulung bekerja sebagai nelayan, jadi pendapatan kami hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari saja,” ujarnya.
Kabar bantuan itu pun datang tanpa diduga. Subhan mengaku tak pernah mendaftarkan diri dalam program bantuan perbaikan rumah karena tidak mengetahui prosedurnya. Karena itu, bantuan yang datang terasa seperti rezeki tak terduga.
Baca Juga: Kapolresta Tangerang Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Kamtibmas
“Alhamdulillah, tentunya sangat senang. Karena tidak menduga mendapat bantuan perbaikan rumah. Soalnya, kami sama sekali belum pernah mendaftar program bedah rumah,” katanya.
Rasa haru juga dirasakan Tarini. Ia bahkan meneteskan air mata saat mengetahui rumahnya akan diperbaiki, terlebih setelah didatangi langsung oleh Bupati Tangerang.
“Alhamdulillah, semoga Bupati Tangerang selalu diberikan kesehatan. Saya tidak menyangka akan mendapatkan bantuan, apalagi sampai didatangi langsung ke rumah,” ucapnya.
Ketua Relawan Muda, Ali, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut terjadi secara spontan. Saat itu, Bupati Tangerang tengah meninjau perbaikan jalan di wilayah Pakuhaji. Mendapat informasi adanya rumah tidak layak huni, ia langsung bergegas meninjau lokasi.
Setelah melihat kondisi rumah hingga ke dalam, Bupati langsung memutuskan rumah tersebut harus segera diperbaiki. Bahkan, bantuan sebesar Rp35 juta diberikan dari kantong pribadinya karena tidak masuk dalam program RTLH 2026.
“Bupati langsung bergegas meninjau, dan menggelontorkan anggaran sebesar Rp35 juta dari kantong pribadinya untuk perbaikan rumah milik Subhan dan Tarini,” kata Ali.
Baca Juga: Curanmor Diduga Bersenjata Api Gegerkan Citra Raya, Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan
Sementara itu, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, memastikan perbaikan rumah akan segera dimulai pada Kamis (2/4). Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga Subhan.
Selama proses perbaikan berlangsung, Subhan beserta istri dan kedua anaknya akan tinggal sementara di rumah kontrakan atau di rumah kerabat. Biaya tempat tinggal sementara akan ditanggung oleh Pemerintah Kecamatan Pakuhaji dan Pemerintah Desa Sukawali.
“Kamis (2/4) langsung dilakukan perbaikan. Selama proses perbaikan nanti, mereka akan mengontrak atau mengungsi di rumah saudaranya, sehingga proses perbaikan bisa berjalan efektif,” katanya. (alfian/aditya)

















