SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Sebuah bengkel sepeda motor sekaligus toko helm yang berlokasi di Jalan Parakan, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ludes dilalap si jago merah pada, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 11.50 WIB.
Hingga pukul 13.16 WIB, kobaran api masih terlihat membesar disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi. Sejumlah petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tangerang Selatan masih berupaya memadamkan api di lokasi kejadian.
Dalam proses pemadaman, beberapa kali terdengar suara ledakan kecil yang diduga berasal dari bagian belakang bangunan. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di Jalan Parakan untuk sementara dialihkan guna memudahkan proses evakuasi dan penanganan kebakaran.
Peristiwa itu pun menarik rasa penasaran para warga yang mendekati lokasi.
Salah satu saksi mata, Puguh mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab awal kebakaran. Namun, ia menyebut api tiba-tiba muncul dan langsung membesar dari bengkel sepeda motor.
“Saya kurang tahu penyebabnya, tapi tiba-tiba sudah ada api. Saya langsung teriak ‘kebakaran, kebakaran’,” uja Puguh menceritakan saat awal kebakaran terjadi.
Melihat api cepat membesar, pegawai bengkel sepeda motor yang tak jauh dari bengkel terbakar itu sempat berusaha memadamkan api menggunakan dua alat pemadam api ringan (APAR), namun upaya tersebut tidak berhasil karena api dengan cepat membesar.
“Saya sempat bawa dua APAR kecil, tapi tidak ketolong. Akhirnya saya tinggalkan dan lebih baik menyelamatkan barang yang masih bisa diselamatkan,” jelasnya.
Ia menduga api cepat merambat karena di dalam bengkel terdapat berbagai bahan mudah terbakar seperti cairan pembersih, oli, serta perlengkapan kendaraan. Sementara itu, para pekerja bengkel berhasil menyelamatkan diri. Mereka bergegas keluar saat api mulai membesar dan berusaha mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
“Api cepet banget. Karena di dalem itu kan ada karbocliner, oli, 4WD jadi mudah terbakar. Sama, pada lari semua keluar, terus minta nyelametin barang yang bisa diselamatin aja,” jelasnya. (eko)