SATELITNEWS.ID, SETU—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) pada awal tahun ajaran baru 2020/2021 secara daring atau online.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Taryono mengatakan, dalam kegiatan PLS ini dilakukan dengan diawali upacara pembukaan dan digelar secara daring. Hanya petugas upacara dan guru yang hadir di sekolah, sedangkan siswa berada di rumah memakai seragam sekolah asal. Kegiatan di sekolah pun memperhatikan protokol kesehatan.
“Jadi, siswa tetap berada di rumah memakai seragam sekolah asal dan mengikuti kegiatan PLS secara daring. Untuk guru dan petugas sekolah hadir di sekolah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.
Taryono juga menegaskan, kegiatan PLS dilakukan secara menyenangkan dan memberikan edukasi kepada siswa untuk bisa mengikuti kegiatan belajar ke depan secara daring. “Kegiatan PLS ini dibuat secara menyenangkan,” katanya.
Perlu diketahui, kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru dilaksanakan secara online karena saat ini masih diberlakukan PSBB.
PSBB di Kota Tangerang Selatan kembali diperpanjang hingga tanggal 26 Juli 2020 mendatang setelah sebelumnya berakhir pada tanggal 12 Juli 2020. Perpanjangan PSBB yang juga berlaku untuk wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang tersebut, memasuki tahap keenam.
Baca Juga: Perubahan APBD 2026: Pemkot Tangsel Tambah Anggaran Pendidikan, Kesehatan hingga Infrastruktur
Salah satu sekolah yang menggelar PLS secara daring adalah SDN Kademangan 2 Kecamatan Setu. Kemarin, pihak sekolah hanya mengundang wali murid untuk menyosialisasikan sistem pembelajaran jarak jauh. Wali murid yang diundang dalam pertemuan itu dibagi dalam beberapa waktu berbeda sesuai aturan protokol kesehatan.
Pelaksanaan apel pun tidak diikuti oleh peserta didik baru maupun murid kelas dua hingga enam. Apel hanya diikuti oleh Kepala Sekolah serta guru-guru.
Kepala SDN Kademangan 2, Ismaryanah saat menyampaikan sambutan apel pembukaan masa PLS mengatakan, pada pembukaan kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran 2020 ini semua murid dari kelas satu sampai enam belum bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah dan masih tetap belajar di rumah dengan sistem daring. Hal itu dilakukan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Ismaryanah berpesan, meski mengikuti kegiatan belajar mengajar di rumah, para murid tetap harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Antara lain, selalu menjaga kebersihan, makan makanan yang bergizi dan teratur, istirahat yang cukup dan teratur, harus mencuci tangan setiap memegang sesuatu. Kemudian selalu menjaga jarak, selalu memakai masker saat keluar rumah. “Itu yang dapat ibu sampaikan, semoga dapat kamu (murid, Red) laksanakan,” imbuhnya.
Apel pembukaan masa PLS di sekolah itu direkam dan videonya dibagikan kepada seluruh wali murid. (jarkasih)
























