SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Komitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkotika terus digaungkan. CEO Gyokai Indonesia Kompeten, Teguh Imam Pambudi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika, termasuk yang kini marak dikemas dalam bentuk rokok elektrik (vape).
Menurut Teguh, penyalahgunaan narkotika dengan modus modern seperti vape menjadi ancaman serius. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas tenaga kerja dan produktivitas sumber daya manusia (SDM).
Berdasarkan data BNN, perkembangan zat psikoaktif baru atau New Psychoactive Substances (NPS) menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dan semakin adaptif. Kondisi ini, kata dia, menjadi tantangan bersama yang membutuhkan respons cepat, terukur, dan sistematis dari seluruh pemangku kepentingan.
Teguh juga mengapresiasi langkah pemerintah sebagai bentuk komitmen negara dalam mengantisipasi penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang kini rentan menyasar semua kalangan, khususnya generasi muda.
“Kami mengapresiasi pemerintah melalui Permenkes Nomor 15 Tahun 2025 yang telah memasukkan etomidate sebagai narkotika golongan II. Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen negara dalam mengantisipasi modus baru penyalahgunaan narkotika,” kata Teguh dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/4/2026).
Dalam konteks ketenagakerjaan, lanjut Teguh, penyalahgunaan narkoba—termasuk melalui media vape—berdampak pada menurunnya produktivitas, meningkatnya risiko kecelakaan kerja, serta melemahnya daya saing tenaga kerja.
Baca Juga: Kapolresta Tangerang Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Kamtibmas
“Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat, khususnya para pekerja dan generasi muda, untuk berperan aktif memerangi penyalahgunaan narkotika. Mulai dari menjauhi segala bentuk narkoba, tidak menggunakan vape sebagai media yang berpotensi disalahgunakan, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus baru peredaran narkotika.
Selain itu, ia mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pencegahan dan pemberantasan obat-obatan terlarang di lingkungan masing-masing.
Teguh juga menekankan pentingnya penguatan regulasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran vape guna mencegah potensi penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat luas.
“Menjaga generasi produktif dari ancaman narkoba merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan ketenagakerjaan yang berkelanjutan dan berdaya saing,” pungkasnya. (aditya)

















