SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Kabar datang dari artis kontroversial, Nikita Mirzani. Baru-baru ini, ia dikabarkan mengeluh soal kondisi kesehatannya yang terus menurun selama mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Artis yang akrab disapa Nyai itu ternyata tengah berjuang melawan rasa sakit yang hebat. Melalui Kuasa hukumnya, Usman Lawara, mengungkapkan kliennya mengalami masalah serius pada tulang belakangnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis terbaru, terdapat pergeseran tulang yang jika dibiarkan bisa berakibat fatal bagi kesehatan sarafnya.
“Hasil rontgen terhadap dokter spesialis tulang belakangnya itu bergeser. Ini harus segera diambil tindakan karena kalau tidak diambil tindakan berakibat pada saraf-saraf otak ke mana-mana gitu,” kata Usman Lawara saat ditemui di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, kemarin.
Pihak kuasa hukum sebenarnya sudah berkali-kali memohon kepada majelis hakim agar ibu tiga anak itu diizinkan menjalani operasi atau setidaknya terapi intensif di luar rutan. Namun, permohonan tersebut hingga kini belum membuahkan hasil karena Nikita Mirzani dianggap masih terlihat sehat secara kasat mata.
“Kita waktu itu minta supaya Pak Hakim itu mengizinkan untuk Nikita itu berobat dioperasi belakangnya ini gitu. Tapi nggak diberikan, nggak diberikan kesempatan juga. Kalau dilihat dari kasat mata memang sehat, tapi yang ngerasain kan Nikita,” terang Usman Lawara.
Tak hanya masalah tulang belakang, sakit yang dialami Nikita Mirzani juga bertambah karena adanya masalah pada bagian gigi. Bahkan, bintang film Comic 8 itu sempat dilarikan ke rumah sakit karena implan giginya patah yang menimbulkan rasa nyeri luar biasa.
Baca Juga: Nikita Mirzani Minta Rekaman soal Reza Gladys Diputar
“Ya termasuk yang implannya itu implan giginya. Waktu itu terakhir itu kami pernah mendampingi dia itu di rumah sakit ya. Kalau dulu diajak ngobrol susah, ya itu apa kesakitan gitu kita ngomong apa dia sakit,” jelasnya.
Meskipun saat pemeriksaan terakhir oleh penyidik kepolisian Nikita Mirzani terlihat mampu menjawab pertanyaan dengan baik, Usman Lawara menyebut rasa sakit itu sewaktu-waktu bisa kambuh kembali. Hal ini dikarenakan pengobatan yang dilakukan selama ini barulah sebatas pengecekan awal, bukan tindakan medis tuntas seperti operasi.
“Sudah berkali-kali kami upayakan ke rutan. Kalau sekarang masih merasa sakit ya masih sakit karena tidak diobati dari dulu. Belum ada pengobatan termasuk yang harus dioperasi atau diterapi gitu,” pungkasnya. (dtc)




























