SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Sejumlah potensi wisata, khususnya wisata air berbasis situ (danau), dinilai memiliki prospek besar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Sachrudin menyebutkan, Kota Tangerang memang tidak memiliki wilayah laut, namun memiliki banyak potensi wisata air yang tengah dikembangkan. Di antaranya adalah Situ Cipondoh dengan luas sekitar 126 hektare, serta Situ Bulakan yang berada di kawasan strategis perkotaan.
“Kalau ini dibangun dan dikembangkan secara profesional, potensinya sangat luar biasa dan memberikan energi positif, termasuk dalam meningkatkan PAD,” ujar Sachrudin usai membuka kegiatan Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI, Senin (13/4/2026) di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Selain itu, sejumlah situ lain seperti Situ Cangkring juga masuk dalam rencana pengembangan. Ia menambahkan, saat ini beberapa destinasi tersebut telah menarik wisatawan dari luar daerah, seperti Bogor dan Bekasi. Menurut Sachrudin, daya tarik Kota Tangerang juga terlihat dari tingginya kunjungan ke Masjid Raya Al-Azhom dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. “Artinya Kota Tangerang mempunyai daya tarik tersendiri dalam sektor pariwisata,” katanya.
Terkait kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), Sachrudin mengakui bahwa sektor pariwisata, termasuk hotel dan destinasi wisata, menunjukkan tren peningkatan. Namun demikian, pemerintah daerah masih terus mengoptimalkan berbagai potensi yang ada. Ia menjelaskan, ragam wisata unggulan di Kota Tangerang tidak hanya terbatas pada wisata air, tetapi juga mencakup wisata kuliner, heritage, serta wisata religi.
Di sisi lain, Sachrudin menyoroti banyaknya destinasi wisata yang saat ini masih dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Pemerintah, kata dia, akan mendorong pengelolaan yang lebih profesional melalui kebijakan yang selaras dengan program pemerintah pusat. “Dengan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat, kami berharap pengembangan sektor pariwisata bisa lebih maksimal, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Wali kota Tangerang Serahkan Bonus Rp1 Miliar untuk Kafilah MTQ
Dalam pertemuan dengan Komisi VII DPR RI, Pemerintah Kota Tangerang juga mengusulkan adanya dukungan kebijakan strategis untuk pengembangan sektor pariwisata. Meski demikian, Sachrudin menegaskan seluruh program pengembangan menjadi prioritas tanpa terkecuali. “Semua penting. Hal-hal kecil pun tidak boleh diremehkan karena sering kali memiliki potensi besar,” pungkasnya.
Sementara Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, menekankan pentingnya penguatan ekosistem pariwisata dalam kunjungan spesifik Komisi VII ke Kota Tangerang. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengawasi kesiapan daerah dalam mengimplementasikan konsep kepariwisataan berbasis regulasi nasional. “Kami melaksanakan kunjungan spesifik untuk melihat sejauh mana Kota Tangerang menyiapkan dan menjalankan konsep kepariwisataan sesuai dengan undang-undang tentang ekosistem kepariwisataan,” ujar Siti.
Menurutnya, Kota Tangerang memiliki posisi strategis karena letaknya yang dekat dengan ibu kota dan pusat layanan publik, termasuk bandara. Kondisi ini dinilai menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Ia menegaskan, pengembangan pariwisata harus mampu memberikan dampak langsung terhadap pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Kota terdekat dengan ibu kota jangan sampai terlewatkan dalam menikmati kemajuan. Pariwisata harus menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Siti menjelaskan, terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan sektor tersebut. Salah satunya adalah perlunya sinergi lintas sektor, dengan Kementerian Pariwisata sebagai leading sektor. Ia menekankan bahwa pariwisata tidak bisa dipisahkan dari sektor lain seperti UMKM, ekonomi kreatif, budaya, hingga infrastruktur.
Selain itu, peran aktif pemerintah daerah juga dinilai sangat penting. Pemerintah Kota Tangerang diharapkan mampu mengoptimalkan potensi yang ada, didukung oleh partisipasi masyarakat dalam membangun kesadaran akan pentingnya sektor pariwisata.
Baca Juga: Kolaborasi Jaga Lingkungan di Festival Kali Sabi 2026
Terkait rencana kerja sama dengan Korea Selatan, Siti menyambut positif langkah tersebut. Namun, ia mengingatkan agar kerja sama dilakukan secara hati-hati dan memberikan manfaat bagi semua pihak. “Kerja sama harus menghasilkan nilai positif dan tidak merugikan daerah,” ujarnya.
Dari sisi prioritas, Siti menyoroti pentingnya pembangunan sarana dan prasarana, termasuk penataan destinasi unggulan seperti Sungai Cisadane. Ia menilai penataan kawasan tersebut perlu dilakukan secara terintegrasi dengan kementerian dan lembaga terkait. “Penataan Sungai Cisadane harus dilakukan secara masif dan terkoordinasi, karena ini bisa menjadi kekuatan utama destinasi di Kota Tangerang,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi lintas instansi untuk mengatasi berbagai kendala, termasuk keterbatasan kewenangan pemerintah daerah. Menurutnya, penyelesaian masalah harus dilakukan melalui koordinasi bersama antar pihak terkait. “Semua kendala harus dibicarakan bersama. Dengan duduk bersama dan membangun kesadaran bahwa ini untuk kepentingan masyarakat, maka solusi bisa dicapai,” pungkasnya. (made)

















