SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Khusus (SKh) 01 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Selasa (14/4). Dalam kunjungannya, ia menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk memperluas jangkauan program tersebut, khususnya bagi siswa berkebutuhan khusus.
Nezar mengungkapkan, saat ini program MBG di Tangsel baru menjangkau empat SKh dari total lebih dari 20 sekolah yang ada. Ia menilai capaian tersebut perlu segera ditingkatkan agar lebih banyak anak mendapatkan asupan gizi yang layak.
“Kita tahu di sini lebih dari 20 sekolah berkebutuhan khusus di daerah Tangerang Selatan, baru empat yang mendapatkan makan bergizi gratis ini. Kita berharap program ini bisa melibatkan lebih banyak lagi untuk melanjutkan dan bisa diperluas lagi,” ujarnya saat dimintai keterangan.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada perusahaan teknologi seperti Grab dan OVO yang telah berkontribusi dalam mendukung distribusi program MBG. Melalui pemanfaatan aplikasi digital, proses penyaluran makanan menjadi lebih efektif dan terpantau.
“Saya kira ini adalah contoh gotong royong dilakukan untuk memenuhi gizi anak-anak kita yang sedang bersekolah terutama mereka yang berkebutuhan khusus kita tahu dalam keseharian mereka mungkin kurang mendapat perhatian dan selalu berada dibaris belakang,” paparnya.
Menurut Nezar, keterlibatan sektor swasta tidak hanya membantu kelancaran distribusi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi. Salah satunya dirasakan oleh para pengemudi ojek online yang pendapatannya meningkat hingga 20 persen karena terlibat dalam pengantaran MBG.
Baca Juga: Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat
Ke depan, pemerintah berharap lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk perusahaan dengan program tanggung jawab sosial (CSR) dan dukungan teknologi, dapat ikut serta memperluas cakupan MBG.
Kepala SKH 01 Tangsel, Aam Marhamah mengaku merasakan manfaat besar dari penggunaan aplikasi dalam program MBG. Sejak April 2025, pihak sekolah telah memanfaatkan sistem tersebut untuk mempermudah pemesanan dan pemantauan distribusi makanan.
“Sekarang lebih mudah. Kami tidak perlu datang atau menelepon untuk memesan. Bahkan kalau ada kekurangan atau menu yang kurang cocok, bisa langsung disampaikan lewat aplikasi,” jelas Aam.
Ia menambahkan, dengan total 187 siswa, pihak sekolah melakukan pemesanan makanan satu minggu sebelumnya. Menu yang akan disajikan juga sudah diinformasikan melalui aplikasi, sehingga memudahkan pengawasan dan penyesuaian kebutuhan siswa.
Dengan berbagai kemudahan dan dampak positif yang dihasilkan, program MBG diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak sekolah, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Tangerang Selatan. (eko)
























