SATELITNEWS.COM, TANGERANG— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan mulai terasa pada Mei hingga Oktober 2026. Sejumlah langkah antisipatif disiapkan, mulai dari kesiapan armada hingga koordinasi lintas instansi.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pihaknya telah mengikuti proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi menguatnya fenomena El Nino tahun ini. Kondisi tersebut berpotensi memicu cuaca panas ekstrem di sejumlah wilayah, termasuk Kota Tangerang.
“Berdasarkan prediksi BMKG, menjelang Mei nanti El Nino mulai berdampak. Kita sudah melakukan rapat koordinasi bersama unsur terkait, termasuk di Polres, untuk mengantisipasi kemungkinan dampak yang lebih kuat hingga Oktober,” ujar Mahdiar di Kantor BPBD Kota Tangerang, Senin (20/4).
Menurut Mahdiar, BPBD tidak hanya mengandalkan kesiapan internal, tetapi juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi teknis lainnya. Salah satu fokus yang disiapkan adalah ketersediaan air bersih di tengah potensi kekeringan. BPBD bersama Perumda Tirta Benteng (PDAM) juga mulai membahas langkah teknis untuk menjaga pasokan air baku, termasuk rencana penyedotan sedimentasi lumpur di aliran Sungai Cisadane.
“Upaya ini penting agar kualitas dan ketersediaan air baku tetap terjaga, terutama jika musim kering berlangsung panjang,” kata Mahdiar. Ia menjelaskan, fenomena El Nino memang tidak perlu disikapi secara berlebihan, namun tetap membutuhkan langkah mitigasi yang matang. Dampak yang paling diwaspadai antara lain meningkatnya risiko kebakaran serta potensi kekeringan di sejumlah wilayah. “Risiko kebakaran akan meningkat saat musim kering. Selain itu, kemungkinan kekeringan juga perlu diantisipasi sejak dini,” ujarnya.
Dalam hal kesiapan, BPBD memastikan armada penanganan bencana, termasuk kendaraan tangki air dan mobil pemadam, dalam kondisi siap operasional. Distribusi air bersih ke wilayah terdampak juga telah masuk dalam skenario penanganan. “Kalau terjadi kekeringan, kami siap membantu suplai air dengan koordinasi bersama PDAM. Untuk kebakaran, armada juga sudah kita siapkan,” katanya.
Baca Juga: Ini Prakiraan Cuaca di Kota Tangerang Sepekan Mendatang
Tak hanya itu, BPBD juga telah melakukan simulasi penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang dinilai rawan terbakar saat musim kemarau. Pengalaman kebakaran TPA pada 2023 menjadi salah satu dasar penguatan mitigasi tahun ini. “Kami sudah lakukan simulasi, termasuk memetakan sumber air terdekat yang bisa digunakan jika terjadi kebakaran di area vital seperti TPA,” ucap Mahdiar.
Ia menegaskan, keberhasilan mitigasi bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kebakaran dan penggunaan air. “Masyarakat harus lebih berhati-hati, terutama karena kondisi kering sangat rentan memicu kebakaran. Selain itu, penggunaan air juga harus lebih bijak,” katanya.
Mahdiar juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG serta mengikuti panduan yang diberikan pemerintah. “Tidak perlu panik, tapi tetap harus siap. Ikuti informasi terbaru dan lakukan langkah-langkah antisipasi agar dampak El Nino bisa diminimalkan,” ujar dia.
Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mulai memetakan kekuatan dan strategi menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan hingga akhir 2026. Langkah ini mencakup kesiapan pendanaan, peralatan, hingga koordinasi lintas sektor.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) hingga aparat penegak hukum di tingkat provinsi.
“Kita sudah memetakan kekuatan BPBD, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk skema pendanaan dan peralatan. Koordinasi juga sudah dilakukan dengan OPD terkait seperti Dinas Pertanian, serta dengan Polda dan instansi lainnya untuk mengantisipasi El Nino,” ujar Lutfi Senin (20/4). Ia menegaskan, kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada aspek teknis, tetapi juga pada edukasi masyarakat. Salah satu yang ditekankan adalah penggunaan air secara bijak di tengah potensi kekeringan.
Baca Juga: BMKG Imbau Warga Tangsel Waspadai Cuaca Panas Lembab
“Masyarakat kami ajak untuk arif terhadap penggunaan air, tidak boros, menggunakan secukupnya. Hal-hal sederhana seperti menutup keran air setelah digunakan itu penting,” kata Lutfi. Selain itu, BPBD juga mendorong gerakan penghijauan sebagai bagian dari upaya menjaga cadangan air tanah. Kegiatan penanaman pohon telah dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk bekerja sama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Banten. (ari)
