SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Dalam rangka memperingati hari kelahiran dan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam menuntut kesetaraan pendidikan bagi perempuan pribumi dari kungkungan adat kolonial, Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, mengajak masyarakat—khususnya perempuan—untuk terus menghidupkan semangat emansipasi yang telah diperjuangkan sang pahlawan nasional.
“Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April saya maknai sebagai pengingat bahwa emansipasi bukan peristiwa yang selesai, melainkan proses historis yang harus terus diperjuangkan, khususnya bagi perempuan di Kabupaten Tangerang,” kata Intan Nurul Hikmah kepada Satelit News, Selasa (21/4/2026).
Menurut Intan, RA Kartini adalah sosok pejuang perempuan yang melawan pengekangan di masa kolonial melalui cara-cara intelektual. Gagasan-gagasannya dituangkan dalam tulisan, salah satunya dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Ketekunan Kartini, lanjutnya, menjadi inspirasi agar perempuan berani melangkah serta memastikan akses dan kesempatan setara benar-benar terwujud, tidak hanya secara simbolik, tetapi juga dalam kebijakan yang bersifat struktural.
“Ini menunjukkan bahwa perjuangan Kartini hari ini adalah memastikan akses dan kesempatan yang setara benar-benar terwujud,” ujarnya.
Intan menilai, salah satu bukti keberhasilan perjuangan Kartini terlihat dari meningkatnya partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah, termasuk di Kabupaten Tangerang. Perempuan kini berperan sebagai motor sosial-ekonomi yang signifikan. Bahkan, berdasarkan data nasional, sekitar 60 persen pelaku UMKM didominasi perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berkontribusi, tetapi juga menjadi fondasi ekonomi kerakyatan yang menopang stabilitas dan pertumbuhan daerah.
“Semangat perjuangan RA Kartini juga harus terus diwujudkan dalam dunia politik. Representasi perempuan di parlemen Indonesia saat ini baru sekitar 20 hingga 21 persen, masih di bawah target afirmasi 30 persen,” katanya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Inovasi Teknologi
Sebagai pemangku kebijakan di Kabupaten Tangerang, Intan menambahkan pihaknya tengah memfokuskan tiga program utama bagi perempuan, yakni pemberdayaan ekonomi, perlindungan, dan peningkatan kapasitas. Langkah tersebut dinilai selaras dengan kondisi Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Indonesia yang masih berada di kisaran 70-an, menandakan adanya kesenjangan dalam partisipasi ekonomi dan politik.
Ke depan, peran perempuan diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari statistik pembangunan, melainkan menjadi penentu arah pembangunan itu sendiri. Terlebih dengan proyeksi bonus demografi Indonesia, kualitas perempuan—baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi—akan sangat menentukan masa depan bangsa.
“Karena itu, program ke depan menekankan pelatihan kewirausahaan, akses permodalan, serta penguatan perlindungan hukum bagi perempuan,” pungkasnya. (alfian/aditya)

















