SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Tiga gembok pagar rumah jebol. Pintu depan terbuka, sementara kondisi bagian dalam rumah sudah berantakan. Sebuah brankas berisi dokumen penting dan perhiasan emas raib, bersama satu unit laptop.
Itulah kondisi rumah milik Evodius Vitalis (64) di Jalan Pajajaran Raya No. 80, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, setelah dibobol maling pada Minggu (27/9/2026).
Peristiwa tersebut baru diketahui Evodius dan istrinya ketika tiba di rumah sekitar pukul 14.00 WIB. Keduanya langsung mendapati tiga gembok pagar telah dirusak.
“Gemboknya juga jebol tiga, pintu pagar terbuka, pintu depannya juga kebuka,” kata Evodius saat ditemui, Selasa (29/9/2026).
Saat masuk ke dalam rumah, Evodius melihat sejumlah barang sudah berantakan. Lemari pakaian dibongkar, sedangkan brankas milik keluarga yang sebelumnya disimpan di dalam rumah telah dibawa kabur.
Satu unit laptop Asus milik cucunya juga ikut digondol. Sementara di dalam brankas tersebut tersimpan sertifikat rumah, dokumen toko, serta perhiasan emas milik anak dan keluarganya.
Baca Juga: Tinjau Dua Rumah Tak Layak Huni, Bupati Tangerang Perintahkan Rehabilitasi
Aksi pencurian tersebut ternyata sempat terekam kamera CCTV rumah. Berdasarkan rekaman, pelaku berjumlah dua orang. Satu pelaku masuk ke dalam rumah, sedangkan seorang lainnya berjaga di luar.
“Pas dia lihat ada brankas, dia panggil kawannya masuk, langsung didorong,” ujar Evodius.
Tak berhenti sampai di situ, pelaku bahkan membawa sepeda motornya masuk ke area halaman rumah untuk mengangkut brankas yang berhasil diambil.
Sebelum meninggalkan lokasi, kedua pelaku terlebih dahulu merusak dua kamera CCTV yang berada di bagian depan rumah. Mereka kemudian mematikan sakelar listrik utama.
“Setelah CCTV itu dilepas, baru saklarnya dimatikan, sesudah mereka mau berangkat bawa brankas keluar,” tutur Evodius.
Evodius mengaku saat kejadian dirinya hanya pergi sebentar meninggalkan rumah. Ia bahkan menduga kembali ke rumah kurang dari 10 menit setelah para pelaku meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Wabup Intan Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Kelola Sampah Berkelanjutan
Usai mengetahui rumahnya dibobol, Evodius langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pengurus RT dan Polsek Kelapa Dua. Laporan polisi kemudian diterbitkan beberapa jam setelah kejadian dengan nomor registrasi B/425/IX/2026/Sek.Kelapa Dua.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi, serta pemeriksaan sidik jari di lokasi kejadian.
Evodius berharap polisi dapat bergerak cepat mengungkap kasus tersebut dan menangkap para pelaku. Ia juga berharap brankas beserta dokumen dan emas milik keluarganya dapat ditemukan kembali.
Di tengah kerugian yang dialami, Evodius bersyukur rumah dalam keadaan kosong ketika pembobolan terjadi. Menurutnya, keberadaan penghuni saat kejadian justru dapat menimbulkan risiko yang lebih besar.
“Kalau misalkan ada orang di rumah itu bisa membahayakan juga, karena kita enggak tahu kalau pelakunya ini bawa senjata tajam atau senjata api,” pungkasnya. (ari/aditya)



















