SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Mengetahui ada warganya yang mengalami musibah luka bakar akibat kebocoran tabung gas elpiji 3 Kg, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bergerak cepat menjenguk ke RSUD Berkah Pandeglang, Selasa (21/4/2026).
Selain menyempatkan diri untuk berdialog dengan keluarga korban, Bupati Dewi juga menyerahkan bantuan uang tunai untuk operasional keluarga korban selama menunggu pasien di RSUD setempat, serta menanggung biaya pengobatan dan perawatan para korban, termasuk yang dirawat di RSUD Banten.
“Sabar ya pak, Bu. Ini cobaan, ujian dari Allah Subhanahuwata’ala, kita harus tetap sabar dan tawakal. InsyaAllah segera diberi kesembuhan,” kata Bupati Dewi, Selasa (21/4/2026).
“Kami juga bantu biaya operasional untuk keluarga yang menunggu korban, dan menanggung beban biaya selama perawatan dan pengobatan, termasuk yang di RSUD Banten,” timpalnya.
Ia juga mengingatkan kepada pihak keluarga, agar kedepannya lebih berhati-hati dan waspada saat menggunakan tabung gas elpiji 3 Kg.
“Semoga peristiwa semacam ini, tidak terjadi lagi,” tandasnya.
Baca Juga: Temui Keluarganya, Bupati Dewi Berharap Semuanya Tak Berhenti Berdoa
Diberitakan sebelumnya, untuk penanganan lebih intensif oleh tim medis, sedikitnya 3 dari 7 orang korban luka bakar akibat tabung gas elpiji 3 Kg yang bocor, kini dirujuk ke RSUD Banten. Sementara, 4 korban lainnya masih dirawat di RSUD Berkah Pandeglang, Selasa (21/4/2026).
Lurah Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Sony menyatakan, saat kejadian, korban sekeluarga hendak menggelar tahlil hari ke-3 anaknya yang sudah meninggal dunia.
Menurutnya, entah hendak memasak apa, salah seorang dari keluarga korban mengambil tabung gas elpiji 3 Kg dan ternyata bocor. Kemudian, coba ditutup menggunakan sesuatu benda, namun tetap bocor.
“Karena panik, akhirnya tabung gas elpiji 3 Kg yang bocor itu dilempar ke kamar mandi yang kebetulan bersebelahan dengan dapur. Eh, ternyata gasnya semakin banyak keluar, sampai tiba-tiba muncul api dan menyambar tabung tersebut,” kata Sony, Selasa (21/4/2026).
Katanya, saat kobaran api mulai membesar warga setempat yang berdekatan dengan lokasi kejadian, sontak langsung membantu memadamkan api dengan menyiramkan menggunakan peralatan seadanya. Hingga api padam, namun kobaran api sudah sempat menyambar 7 orang korban (kesemuanya sekeluarga).
“Setelah api di dalam rumah dipastikan padam, akhirnya tabung gas dibawa keluar dan korban luka bakar dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang,” tambahnya.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Usulkan Berbagai Program ke Kementan dan Bapanas
Atas kehadiran itu, pihak kepolisian sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat, agar lebih waspada dan berhati-hati.
Baginya, peristiwa tersebut menjadi pelajaran dan pengingat, agar kedepannya lebih berhati-hati lagi, terutama saat mendapati tabung gas elpiji yang bocor.
“Karena tabung gas elpiji itu kebutuhan, masyarakat juga masih menggunakannya hingga saat ini,” tandasnya.
Didapat informasi, yang dirujuk ke RSUD Banten diantaranya Tamam (5), Fatir (7) dan Ayip (17).
Lurah juga berharap, seluruh korban tersebut segera diberi kekuatan dan kesembuhan, serta dapat beraktivitas kembali sebagaimana mestinya.
“Mohon doanya kepada semuanya, semoga seluruh korban segera sembuh,” harapnya.
Diketahui, enam orang warga Kampung Pasir Angin RT 03 RW 02, Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, mengalami luka bakar berat dan satu orang lainnya luka ringan, akibat terkena sambaran api akibat kebocoran tabung gas elpiji 3 Kg, Senin (20/4/2026) malam.
Informasi yang dihimpun, peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Dan membuat warga sekitar panik, serta geger.
Pembina Boedak Suang Rescue (BSR) Ade Mulyana menyatakan, pihaknya sudah mendapat laporan dari warga sekitar. Kemudian, berkoordinasi dengan aparat kelurahan setempat.
“Keenam korban luka bakar itu, dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang, karena harus mendapat perawatan dan penanganan tim medis,” kata Ade, Senin (20/4/2026) malam.
Didapat data korban luka bakar akibat kebocoran tabung gas elpiji 3 Kg tersebut, diantaranya, Roni (57) luka berat, Beti (25) luka berat, Kiki (luka berat), Mubarok (20) luka berat, Tamam (5) luka berat, Fatir (7) luka berat dan Ayip (19) luka ringan.
Sementara, Lurah Pagerbatu, Sony, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya juga mengaku, turut mengawal warganya yang menjadi korban hingga ke RSUD Berkah Pandeglang.
“Kami imbau masyarakat lebih waspada, saat pemasangan tabung dan berhati – hati apabila sudah tercium bau gas, agar tidak menambah korban selanjutnya,” ungkapnya.
Ia juga mengaku, sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI setempat. Menurutnya, selanjutnya kasus tersebut ditangani pihak kepolisian. (mardiana)
























