SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kemacetan arus lalu lintas di Jalan Raya Legok–Karawaci, tepatnya di pertigaan Islamic Lippo Karawaci, Kecamatan Kelapa Dua, kembali menjadi sorotan. Titik ini kerap meresahkan pengguna jalan karena kepadatan kendaraan yang terjadi hampir setiap hari, terutama pada jam sibuk.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang menilai pembangunan underpass ataupun flyover sangat mungkin direalisasikan ke depan. Namun, solusi tersebut perlu melalui tahapan kajian yang matang.
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PKS, Sapri, mengatakan bahwa kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut membutuhkan langkah strategis, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Menurutnya, upaya itu penting untuk mempermudah mobilitas masyarakat.
“Tentunya harus disiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang. Itu kebutuhan masyarakat, untuk memperlancar mobilitas juga,” kata Sapri kepada Satelit News, Kamis (23/4/2026).
Untuk jangka pendek, Sapri menyarankan rekayasa lalu lintas dengan menyiagakan petugas di titik rawan kemacetan. Selain itu, perlu dibuka jalur alternatif guna mengurai penumpukan kendaraan di satu titik.
“Jangka pendeknya bisa dilakukan rekayasa lalu lintas, dengan disiagakan petugas, lalu dicarikan jalur alternatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di satu titik yang dapat menyebabkan kemacetan parah, khususnya di jam-jam sibuk,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Inovasi Teknologi
Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, pembangunan infrastruktur seperti flyover atau underpass dinilai menjadi opsi yang efektif. Meski demikian, proyek tersebut membutuhkan waktu dan biaya besar karena harus melalui kajian mendalam, termasuk kebutuhan lahan dan anggaran.
“Namun, intinya pasti bisa. Semua untuk masyarakat. Tinggal dilakukan kajian terlebih dahulu, berapa lahan dan anggaran yang dibutuhkan,” tukasnya.
Di tempat terpisah, anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDIP, Deden Umardhani, menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai pembangunan flyover atau underpass merupakan solusi terbaik, tetapi tidak bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
“Flyover ataupun underpass bisa menjadi pilihan terbaik, hanya anggarannya besar dan prosesnya cukup lama. Karena harus didorong kajiannya dulu, termasuk kemampuan pembiayaannya,” kata Deden.
Ia menambahkan, langkah jangka pendek tetap harus diprioritaskan, salah satunya dengan membuka jalur alternatif untuk memecah kepadatan kendaraan. Selain itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang diminta menertibkan angkutan umum yang kerap parkir di badan jalan.
“Harus dipersiapkan jalur alternatif untuk memecah penumpukan kendaraan di pertigaan tersebut. Jika angkutan kota yang parkir di badan jalan menjadi penyebab, Dinas Perhubungan juga harus mendisiplinkan agar badan jalan tidak dijadikan area parkir atau tempat berhenti di sekitar pertigaan Islamic Lippo,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, kemacetan parah kerap terjadi di Jalan Raya Legok–Karawaci, khususnya di pertigaan Islamic Lippo Karawaci. Para pengendara berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Pusat dapat berkolaborasi membangun infrastruktur guna mengurai kemacetan yang terjadi. (alfian/aditya)

















