SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Akses Jalan Pondok Salak, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), hingga kini belum mendapat perbaikan setelah mengalami longsor pada 4 April lalu. Meski material longsoran telah dibersihkan, kondisi jalan masih rawan dan dikhawatirkan memicu longsor susulan.
Salah seorang warga setempat, Budi, mengungkapkan bahwa longsor terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 14.00 WIB. Menurutnya, derasnya aliran air tanpa sistem drainase yang memadai menjadi penyebab utama longsor.
“Waktu itu hujan deras, sekitar jam dua siang. Air dari atas banyak mengalir ke sini, tapi nggak ada drainase. Di tembok juga ada lubang air, jadi makin parah,” ujar Budi saat ditemui, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tanah yang labil akibat akar bambu yang terus-menerus tergerus air membuat struktur tanah tidak kuat menahan beban, hingga akhirnya longsor terjadi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Untungnya arah angin ke sana, jadi kami selamat. Yang terdampak cuma tanah di sekitar rumah, dan itu pun langsung kami bersihkan sendiri,” katanya.
Budi menambahkan, warga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak RT dan RW. Bahkan, sehari setelah kejadian, petugas dari dinas terkait sempat datang untuk melakukan pengecekan.
Baca Juga: Pria Tewas Tersetrum di Pamulang, Damkar Tangsel Bongkar Plafon untuk Evakuasi Korban
“Tanggal 5 mereka datang sore untuk cek lokasi. Dari BPBD juga sempat kasih bantuan logistik. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut perbaikan,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pasca longsor, suara aliran air deras masih terdengar dari area jalan, terutama saat hujan turun. Kondisi tersebut menyerupai aliran air terjun kecil yang terus mengikis tanah di sekitar lokasi.
Warga RW 19 yang tinggal di sepanjang titik longsor kini merasa was-was, terutama saat hujan kembali turun. Retakan tanah di sekitar lokasi juga terlihat semakin melebar ke arah pinggir jalan.
“Kalau nggak segera diantisipasi dengan saluran air atau drainase, ini bahaya. Kalau hujan lagi bisa lebih parah,” kata Budi.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membangun drainase dan memperkuat struktur tanah guna mencegah longsor susulan. Mereka juga menegaskan bahwa kejadian ini merupakan yang pertama dengan skala cukup besar di wilayah tersebut, meski longsor kecil sebelumnya pernah terjadi di area sekitar.
“Harapannya ada perhatian serius, minimal dibuatkan drainase supaya air nggak langsung turun ke sini dan memicu longsor lagi,” tutupnya.
Baca Juga: Terangi 137 Ruas Jalan, Dishub Kabupaten Tangerang Butuh 16.500 PJU Baru
Pantauan di lokasi, jalan itu kini hanya bisa dilewati satu sepeda motor. Tidak ada penanganan khusus hanya terdapat pembatas kayu yang dipasang secara swadaya.
Humas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kemal Fauzi mengaku belum melakukan penanganan di lokasi tersebut.
“Belum dapat info kita, karena lokasi tersebut masuk ke jalan lingkungan, coba cek ke Perkimta,” pungkasnya. (eko)
