SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Di tengah sorotan soal tingginya pengangguran dan putus sekolah, sebuah sekolah kejuruan gratis di Cisoka justru mencuri perhatian. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten mendatangi LPK & SMK Gyokai Indonesia Kompeten, Kamis (30/4/2026), dalam kunjungan kerja yang awalnya rutin, namun berujung kekaguman.
Kunjungan tersebut difokuskan pada koordinasi pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Namun di lapangan, rombongan dewan menemukan sesuatu yang dinilai melampaui ekspektasi.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Ahmad Imron, mengaku terkesan dengan konsep pendidikan yang diterapkan di sekolah tersebut.
“Dari sekian banyak kunjungan kerja kami ke beberapa daerah, ternyata Banten tidak kalah hebat. Belum banyak yang tahu sekolah ini. Jadi kehadiran kami ke sini dalam rangka pertama tentu mendukung dan memfasilitasi kegiatan yang ada di SMK GKY Kompeten Indonesia,” ujarnya kepada satelitnews.com, saat memberikan keterangan usai kunjungan kerja.
Ia bahkan mengaku terharu melihat model pendidikan gratis, dengan kualitas tinggi yang berjalan di sekolah tersebut.
“Kalau ada SMK berkualitas berbayar itu biasa. Hari ini ada SMK gratis berkualitas, baru luar biasa. Tidak ada alasan, bahkan dosa bagi kami sebagai dewan tidak mendukung dan memfasilitasi pendidikan sekelas SMK GKY seperti ini,” katanya.
Baca Juga: Kapolresta Tangerang Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Kamtibmas
Menurutnya, fasilitas yang dimiliki sekolah tersebut setara dengan investasi besar jika menggunakan anggaran negara.
“Bayangkan, gedung seperti ini, fasilitas seperti ini, kalau memakai uang negara sudah berapa miliar? Puluhan bahkan mungkin ratusan miliar. Hari ini ada swasta, dan Pak Teguh layak menurut saya menjadi inisiator dan inspirasi lembaga-lembaga pendidikan SMK se-Indonesia,” tambahnya.
Saat ditanya kemungkinan mendorong regulasi berupa Perda (Peraturan Daerah) terkait pemagangan, Imron menegaskan komitmen DPRD.
“Apapun yang menjadi kewajiban kami, pertama tentu mengurangi pengangguran. Kedua, putus sekolah. Kita akan support dan kita akan dukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” tegasnya.
Sementara itu, CEO LPK & SMK Gyokai Indonesia Kompeten, Teguh Imam Pambudi, menjelaskan filosofi dasar pendidikan yang diterapkan di sekolah tersebut: membekali keterampilan, bukan sekadar teori.
“Saya selalu percaya, kalau memberi orang jangan ikannya, tapi kailnya. Maka di sini kita ngajarin anak-anak itu untuk mandiri,” ujarnya.
Baca Juga: Curanmor Diduga Bersenjata Api Gegerkan Citra Raya, Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan
Ia menyebut, kurikulum di sekolah tersebut mengedepankan praktik dibanding teori.
“Program di Gyokai ini 70 persen praktik, 30 persen teori, dan itu berhasil. Kita lebih dekat dengan industri. Saat anak-anak PKL, mereka sudah dapat uang saku. Jadi selain gratis, mereka malah dapat penghasilan,” jelasnya.
Tak berhenti di jenjang SMK, pihaknya juga mengembangkan program lanjutan bekerja sama dengan perguruan tinggi melalui skema “Paksa Sarjana”.
“Kita buat program ‘Paksa Sarjana’. Anak-anak kita dorong jadi sarjana. Paksanya baik, karena kita carikan pekerjaan dan mereka wajib kuliah. Kuliah pun sangat murah. Bahkan sebelum kuliah, mereka sudah kita carikan kerja. Program ini ternyata berhasil,” ungkapnya.
Menurut Teguh, konsep ini mengubah paradigma pendidikan dari beban biaya menjadi peluang ekonomi. “Kalau biasanya sekolah itu bayar, di sini justru sekolah dibayar,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Seksi SMK dan SKh Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Tangerang, Maksis Sakhabi, menilai model ini sebagai cerminan kebangkitan pendidikan vokasi di Banten.
“Ini adalah potret kebangkitan SMK di Provinsi Banten. Apa yang dilaksanakan di SMK Gyokai ini sejalan dengan cita-cita SMK, yakni adanya kesesuaian antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Model pendidikan seperti ini dinilai bukan sekadar alternatif, tetapi bisa menjadi jawaban konkret atas dua persoalan klasik: pengangguran dan putus sekolah. (aditya)

















