SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Duka menyelimuti keluarga Vera Yulianti, warga Jalan H. Cepe, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, usai meninggal dunia setelah menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Korban mengembuskan nafas terakhir di ruang ICU RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 02.15 WIB, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat kondisi kritis yang diduga dipicu dehidrasi.
Pantauan di rumah duka, deretan karangan bunga dari sejumlah tokoh Partai Gerindra memenuhi gang menuju kediaman korban. Ucapan belasungkawa di antaranya datang dari Turidi Susanto, Pontjo Prajogo, Junadi, Apanudin, hingga Hendra Gunawan.
Presiden Republik Indonesia sekaligus elite Gerindra, Prabowo Subianto, juga turut menyampaikan duka cita.
Tragedi ini bermula ketika Vera berpamitan kepada keluarga untuk berjalan-jalan ke Monas. Namun, di lokasi kegiatan, ia diduga terpisah dari rombongan di tengah padatnya massa aksi.
Adik ipar Vera, Agus (40), mengatakan Vera berangkat sejak pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Di lokasi, korban panik setelah terpisah dari rombongan dan diduga mengalami dehidrasi akibat cuaca panas.
Baca Juga: Hadiri Penutupan May Day, Sachrudin: Buruh Harus Sejahtera, Industri Harus Sehat
“Dia terpisah, sendirian di tengah keramaian. Tidak kuat panas, kena dehidrasi lalu pingsan,” ujar Agus, Minggu (3/5/2026).
Vera pertama kali mendapat pertolongan dari petugas kepolisian wanita (Polwan) sebelum dievakuasi menggunakan ambulans ke RSPAD Gatot Subroto. Namun, proses evakuasi sempat terhambat kemacetan di sekitar kawasan Monas.
“Banyak bus parkir di bahu jalan, jadi perjalanan tersendat. Saat saya tiba di rumah sakit, kondisinya sudah kritis,” kata Agus.
Di rumah sakit, Vera langsung mendapat penanganan intensif di ICU dengan bantuan alat medis. Meski tim dokter telah berupaya maksimal, nyawa korban tidak tertolong.
“Sudah dipasang alat medis lengkap. Dokter sudah berusaha, tapi takdir berkata lain,” ucapnya.
Keluarga menegaskan Vera bukan buruh maupun kader partai politik. Ia mengikuti kegiatan tersebut karena ajakan tetangga.
“Diajaknya ikut, tapi ke ibu bilangnya hanya jalan-jalan ke Monas, mungkin supaya diizinkan,” ujar Agus.
Baca Juga: May Day, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Pentingnya Perlindungan Pekerja
Hal serupa disampaikan ibu Vera, Parni (63). Ia mengaku tidak mengetahui anaknya mengikuti aksi buruh.
Menurutnya, Vera sempat menyebut akan mendapat sembako di lokasi kegiatan.
“Katanya diajak jalan-jalan, nanti dikasih sembako dan diminta foto KTP. Tapi tidak bilang ikut aksi,” kata Parni.
Parni menduga anaknya terpisah saat berada di tengah antrean pembagian sembako. Kondisi panas dan berdesakan diduga memperparah kondisi fisiknya hingga akhirnya pingsan.
Keluarga baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar bahwa Vera telah dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadar.
Selama proses perawatan, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tangerang, Turidi Susanto sempat menjenguk dan membantu pengurusan administrasi BPJS agar penanganan medis berjalan lancar.
Jenazah Vera dimakamkan pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di wilayah Pinang, Kota Tangerang.
Hingga kini, keluarga masih menunggu kejelasan dan tanggung jawab dari pihak yang mengajak korban menghadiri kegiatan tersebut.
“Kami masih menunggu iktikad baik dari pihak yang mengajak, setelah memberi kabar duka ini,” kata Parni. (ari)
























