SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Kasus kecelakaan lalu lintas maut di SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, beberapa waktu lalu, masih menyisakan duka dan keprihatinan mendalam.
Hal itu, terutama dirasakan para orang tua korban yang hingga kini anaknya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Berkah Pandeglang, akibat luka-luka yang dialaminya.
Saiful Bahri, orangtua dari salah satu siswi yang menjadi korban luka tertabrak mobil Innova ber Nomor Polisi A 1633 BF, yang dikemudikan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, Ahmad Mursidi, mendesak agar pelaku diproses hukum dan mendapat sanksi setimpal.
“Saya enggak tega, lihat anak cuma berbaring di kasur di RSUD Berkah, saya enggak nyangka bakal begini,” kata Saiful, kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).
Katanya, saat kejadian ia sedang berjualan dan dihubungi tetangga, mengabarkan anaknya menjadi korban kecelakaan.
Adanya kabar itu, tandasnya, ia langsung ke sekolah anaknya dan ternyata sudah tidak ada. Kemudian, langsung ke RSUD Berkah Pandeglang, sebagaimana informasi yang diterimanya.
Baca Juga: PKD Mapala Banten Tanam 1.000 Batang Mangrove Di Cibungur Pandeglang
“Pas dapat telepon, saya langsung ke sekolah anak saya, tapi ternyata sudah dibawa ke Rumah Sakit Cikoneng (RSUD Berkah,red),” tambahnya.
Desakan pelaku mendapat sanksi setimpal, ujarnya, bukan hanya keinginannya semata. Melainkan, semua orang tua khususnya yang anaknya menjadi korban.
“Aparatur hukum juga pasti melihat, dan semoga menegakan hukum seadil-adilnya,” tandasnya.
Informasi yang dihimpun, hingga kini masih ada 7 korban luka – luka yang masih dirawat di RSUD Berkah Pandeglang. Mengingat, satu orang yang sebelumnya mendapat perawatan intensif, yaitu Dewi Handayani, akhirnya meninggal dunia di RSUD setempat.
Diberitakan sebelumnya, sebuah mobil Innova ber Nomor Polisi A 1633 BF yang dikemudikan Kepala DPMPTSP Kabupaten Pandeglang, Ahmad Mursidi, menabrak kerumunan pelajar yang sedang istirahat dan jajan di depan SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.
Akibatnya, 1 orang pelajar meninggal dunia di tempat, atasnama TB. Atharul Milal, dan 6 pelajar lainnya mengalami luka – luka, 1 orang sales luka-luka dan 1 orang pedagang luka-luka.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Dorong OPD Perkuat Inovasi untuk Raih Dukungan Pusat
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad mengatakan, pihaknya sudah mengamankan barang bukti dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lapangan atas peristiwa tersebut.
“Kami akan terus mendalami kasus ini, dan kendaraan pelaku sudah diamankan,” tandasnya.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Pandeglang menggratiskan biaya pengobatan dan perawatan para korban laka lantas tunggal tersebut.
“Kami turut prihatin dan berbelasungkawa, semoga semua korban segera diberi kekuatan dan kesembuhan seperti sediakala. Kami akan bantu, dengan menggratiskan semua biaya pengobatan dan perawatan para korban,” paparnya.
Diketahui, Kepala DPMPTSP Kabupaten Pandeglang Ahmad Mursidi, sudah lama menderita sakit yang membutuhkan perawatan dan istirahat yang intensif.
Bahkan, sejak beberapa tahun ia sudah jarang masuk kantor, akibat harus berobat jalan intensif. Sayangnya, saat berkendara ia tidak ditemani siapapun, mengemudikan kendaraannya sendiri. (mardiana)

















