SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Geger, seorang pemuda berinisial Ok, diduga nekat mencekik pacarnya Dv hingga tak bernyawa, di rumahnya di Kampung Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, Jumat (8/5/2026).
Informasi yang dihimpun, Ok membunuh Dv yang berstatus pacar dalam kamar rumah orang tuanya, di Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
Ok dan Dv sudah berstatus pacaran kurang lebih selama 8 tahunan, tepatnya semenjak masih duduk di bangku SMA. Saat itu, Dv statusnya gadis merupakan warga Saketi, Kabupaten Pandeglang.
Saat ini, jenazah Dv sudah dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang. Sementara, terduga pelaku pembunuhan Ok sudah diamankan oleh tim Polres Pandeglang.
Seorang warga Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, Ahyan mengaku, tidak mengetahui persis waktu kejadian pembunuhannya.
“Tahunya, pagi tadi itu polisi sudah ramai di depan rumah terduga pelaku. Menginformasikan, telah terjadi pembunuhan,” katanya, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga: Hari Bhayangkara Ke-80, Ratusan Anggota Polres Pandeglang Penuhi Alun-alun
Ahyan juga menerangkan, korban pembunuhan diketahui merupakan pacar pelaku. Statusnya pacaran, sudah berhubungan lama.
“Pelaku (Ok,red) ini, berpacaran semenjak SMA dengan Dv. Dan Dv ini, sering menginap di rumah pelaku,” tambahnya.
Sebetulnya tambah pria berbadan sedang ini, warga sudah beberapa kali menegur mereka. Namun pelaku bawa pacarnya pas malam-malam, saat orang sudah pada tidur.
“Kita juga enggak tahu, tiba-tiba pagi sudah rame,” tukasnya.
Pelaku ini, ujarnya lagi, kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan. Tinggal bersama, di rumah milik ibunya.
“Pelaku tinggal bertiga, dengan ibu dan adiknya yang masih SMP. Sementara, ibunya saat ini dalam kondisi sakit,” ucapnya.
Baca Juga: Polres Pandeglang Resmi Luncurkan Unit Reaksi Cepat
Camat Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, Wildan Pratama menyatakan, setelah mendapatkan informasi ia langsung ke TKP.
“Dari informasi diterima, kejadian pembunuhan ini ada dua versi. Pertama, karena pelaku sebelumnya pernah depresi mau bunuh diri, dengan minum racun. Sedangkan versi kedua, karena cemburu,” ungkapnya.
Akan tetapi, diungkapkan Wildan, untuk lebih jelasnya nanti menunggu dari pihak Kepolisian. Mengingat, mereka yang lebih berwenang untuk menjelaskan hal tersebut.
Wildan mengimbau kepada masyarakat, untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah. Tidak mudah terprovokasi dengan hal – hal yang belum tentu kebenarannya. (mardiana)




























