SATELITNEWS.COM, SERPONG—Palang Merah Remaja (PMR) SMK Kesehatan Riksa Indrya Serpong Kota Tangerang Selatan, berhasil meraih Juara Umum Tingkat Wira 2 kali berturut-turut di tahun 2025 dan 2026 pada Lomba PMR Tingkat Madya dan Wira se Provinsi Banten, pada Sabtu (16/5) kemarin, yang bertempat di SMAN 7 Kota Tangerang Selatan.
Kepala Sekolah SMK Kesehatan Riksa Indrya, Doddy, mengatakan dirinya merasa bangga dan bersyukur terhadap prestasi yang telah diraih oleh tim PMR. Ucapan terimakasih juga diberikan kepada para pelatih atas pembinaannya yang maksimal, sehingga kerjasama tim dapat terimplementasikan dengan baik dan predikan sebagai Juara Umum PMR selama 2 tahun ini bisa dipertahankan.
“Saya sangat bersyukur dan bangga pastinya dengan prestasi sebagai Juara Umum PMR untuk 2 tahun berturut-turut. Saya ucapkan terimakasih kepada para pelatih yang dalam hal ini ada Pembina eskul PMR dan para senior dari eskul PMR atas pembinaannya yang luar biasa, karena kemenangan ini merupakan wujud kontribusi nyata sekolah dalam membekali siswa. Melalui ekstrakurikuler ini, sekolah tidak hanya mencetak generasi bermental juara, tetapi juga individu yang siap memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Doddy kepada satelitnews.com
Kata Doddy, total juara umum yang telah disabet tim eskul PMR itu sudah empat kali didapat yakni pada tahun 2018, 2023, 2025 dan 2026. Maka dari itu, dirinya berharap tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya tim eskul PMR bisa terus dipertahankan prestasinya.
“Sebagai Kepala Sekolah saya hanya bisa mensupport dan memfasilitasi apa yang diperlukan oleh siswa, yang terpenting mereka mau bekerja keras dan selalu kompak. Apapun hasil akhirnya, saya tidak memberikan tekanan mereka harus juara yang penting mereka sudah berani ikut lomba itu sudah sebuah prestasi bagi saya,” imbuh Doddy.
Senada dengan Doddy, Bidang Kesiswaan SMK Kesehatan Riksa Indrya, Ririn Munawarah menerangkan, kunci keberhasilan yang telah dicapai terletak pada keseimbangan antara kemampuan teknis dan mentalitas.
“Pembagian tugas berdasarkan hasil seleksi dan minat peserta, pendalaman materi secara mandiri maupun diskusi kelompok, hingga pembuatan media presentasi yang kreatif. Latihan rutin dan diskusi antar anggota juga menjadi penting agar dapat membentuk anggota PMR yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga berkarakter,” terangnya.
Ririn mengungkapkan untuk persiapan sendiri pihaknya sudah jauh-jauh hari mempersiapkan skil dan mental para siswa yang akan diikutsertakan dalam lomba. Tentu saja ada Pembina dan alumni dari eskul PMR yang ikut andil dalam membantu para siswa yang ikut lomba.
“Alhamdulillah para alumni yang dulunya tergabung dalam eskul PMR, sangat mensupport para adik-adik kelasnya yang ikutan lomba agar bisa menjadi juara. Mereka membantu mulai dari pembentukan mental sampai kepada prakteknya. Intinya kita enggak memberatkan siswa harus juara atau menang ya, biar mereka selama mengikuti lomba juga nyaman,” ungkapnya.
Ada 5 kategori yang diperlombakan, yakni Lomba Donor Darah Sukarela, Lomba Ayo Siaga Bencana, Kepalangmerahan, Pertolongan Pertama dan Lomba Tandu.
“Alhamdulillah dari 5 kategori, tim PMR kita berhasil meraih juara di 3 kategori lomba. Untuk Lomba Ayo Siaga Bencana kita mendapatkan juara pertama, lalu Lomba Donor Darah Sukarela kita mendapatkan juara 2 dan juara 3, sedangkan Lomba Kepalangmerahan kita mendapatkan juara 5,” papar Ririn.
Sementara itu, Ketua PMR SMK Kesehatan Riksa Indrya, Aisya Fadia (17), mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian yang telah berhasil di raih oleh tim. Menurutnya mengelola tim yang solid salah satunya dengan evaluasi rutin untuk meminimalisir miskomunikasi.
“Kami selalu mengadakan evaluasi mandiri dan rutin berkonsultasi dengan pembina serta para kakak kakak alumni. Pengalaman para senior dan pembina menjadi kunci kami dalam membangun tim yang solid dan satu frekuensi,” ucap Fadia.
“Sempat pesimis, karena enggak semua kategori kita dapet juara, terus sempet nangis-nangis juga sih. Intinya enggak yakin aja kalau bisa dapat juara umum. Namun, pas pembawa acara nyebutin sekolah kita yang jadi juara umum, kita semua lompat-lomba bahagia gitu. Pokoknya alhamdulillah kami berhasil meraih beberapa juara pada bidang-bidang tertentu, sehingga menghantarkan kami jadi Juara Umum sekaligus berhasil mempertahankan prestasi tahun sebelumnya,” lanjut cerita Fadia. (evi)